TEMA: Partisipasi Rajie Fandi Membawa Harum Kampus UNIKI Bireuen.
Mahasiswa merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa yang memiliki peran tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk olahraga. Dunia pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk individu yang berkarakter, disiplin, dan berdaya saing tinggi.
Dalam konteks ini, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan olahraga merupakan bagian integral dari pembentukan karakter, mental, serta semangat sportivitas yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat.
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang berkembang pesat di Provinsi Aceh, telah memberikan ruang yang luas bagi mahasiswanya untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga.
Fakultas Hukum UNIKI, yang dikenal dengan semangat akademik dan pembinaan karakter, turut mendorong mahasiswanya untuk berkompetisi secara sehat dalam ajang-ajang olahraga daerah dan nasional.
Salah satu mahasiswa yang menonjol dalam bidang olahraga bela diri adalah Rajie Fandi, mahasiswa aktif Fakultas Hukum UNIKI Bireuen. Ia berhasil mengharumkan nama kampus dengan menorehkan prestasi membanggakan dalam berbagai kejuaraan Muaythai di tingkat kabupaten Bireuen dan provinsi Aceh.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa hukum UNIKI tidak hanya unggul dalam dunia akademik, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga yang menuntut kekuatan fisik, strategi, dan disiplin tinggi.
Opini ini bertujuan menyajikan gambaran sistematis tentang perjalanan prestasi Rajie Fandi, faktor pendukung keberhasilannya, serta makna penting dari prestasi tersebut bagi kampus UNIKI Bireuen dan pengembangan karakter mahasiswa di era modern.
Rajie Fandi merupakan mahasiswa aktif Fakultas Hukum UNIKI Bireuen yang memiliki minat besar terhadap olahraga bela diri. Sejak masa sekolah menengah, Rajie telah aktif mengikuti latihan Muaythai di daerah asalnya.
Ketertarikannya terhadap olahraga ini berawal dari keinginan untuk melatih fisik sekaligus mengendalikan emosi dan kedisiplinan diri. Muaythai, sebagai seni bela diri yang menekankan kombinasi kekuatan fisik dan teknik, menjadi wadah ideal bagi Rajie untuk mengasah kemampuan dan karakter.
Di sela kesibukan kuliah, Rajie tetap konsisten menjalani latihan rutin di bawah bimbingan pelatih profesional. Ia mengatur waktu dengan baik antara kegiatan akademik dan latihan fisik. Ketekunannya dalam berlatih membuahkan hasil melalui berbagai kejuaraan di tingkat kabupaten dan provinsi.
Dalam wawancara internal yang dilakukan oleh pihak fakultas, Rajie menyatakan bahwa motivasinya mengikuti kejuaraan bukan hanya untuk mendapatkan medali, tetapi juga untuk membawa nama baik kampus dan membuktikan bahwa mahasiswa hukum juga mampu berprestasi di bidang non-akademik.
Kejuaraan Daerah (Kejurda) Muaythai Aceh 2025 diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov MI) Aceh. Kegiatan ini berlangsung di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, pada tanggal 24 hingga 28 Oktober 2025.
Ajang ini diikuti oleh atlet-atlet Muaythai dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Aceh dan menjadi agenda resmi yang bertujuan menjaring bibit unggul untuk kejuaraan nasional.
Rajie Fandi tampil di kelas 65 kg (kategori senior putra). Dalam kejuaraan tersebut, ia berhasil melewati beberapa babak penyisihan dengan performa yang konsisten. Pada semifinal, Rajie menunjukkan teknik serangan dan pertahanan yang solid, hingga akhirnya melaju ke babak final.
Di partai puncak, ia menghadapi atlet dari Banda Aceh yang lebih berpengalaman. Meski harus mengakui keunggulan lawan, Rajie berhasil meraih Juara II, capaian yang luar biasa mengingat kompetisi ini diikuti oleh atlet-atlet terbaik se-Aceh.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti dedikasi, kerja keras, serta kemampuan Rajie dalam mengelola tekanan dan fokus di arena pertandingan. Pihak kampus UNIKI memberikan apresiasi penuh atas pencapaiannya dan menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan kebanggaan bagi seluruh civitas akademika.
Selain sukses di tingkat provinsi, Rajie Fandi juga menorehkan prestasi di tingkat kabupaten. Ia berhasil meraih Juara I pada Kejuaraan Muaythai Kabupaten Aceh Barat, mengalahkan sejumlah atlet kuat lainnya. Prestasi ini menjadi titik awal pengakuan terhadap kemampuan Rajie di kalangan komunitas olahraga bela diri Aceh.
Tidak berhenti di situ, Rajie juga mengikuti berbagai kompetisi di daerah lain dan berhasil meraih Juara III di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Besar. Prestasi di berbagai ajang ini menunjukkan konsistensi performanya dan komitmen yang tinggi dalam mengembangkan diri. Keikutsertaannya dalam berbagai kejuaraan tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga memperluas jejaring sosial di kalangan atlet Muaythai di Aceh.
Kemenangan di beberapa kabupaten memperlihatkan kemampuan Rajie dalam menghadapi lawan dengan beragam gaya bertarung. Hal ini menjadi indikator bahwa ia memiliki adaptasi strategi yang baik, yang merupakan salah satu ciri atlet berpengalaman.
Fakultas Hukum UNIKI Bireuen memiliki komitmen kuat dalam mendukung kegiatan mahasiswa di bidang non-akademik. Dukungan ini diwujudkan dalam bentuk izin kegiatan, pemberian penghargaan, hingga promosi prestasi melalui media kampus. Menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan UNIKI, keberhasilan Rajie Fandi menjadi bukti bahwa pembinaan mahasiswa secara holistik telah berjalan dengan baik.
UNIKI meyakini bahwa prestasi mahasiswa di bidang olahraga dapat memperkuat nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, dan ketekunan. Selain itu, prestasi seperti ini juga meningkatkan citra universitas di tingkat regional. Pihak universitas berencana untuk memperkuat kerja sama dengan KONI Aceh dan klub Muaythai daerah agar mahasiswa lain yang memiliki minat serupa dapat memperoleh pembinaan yang lebih terarah.
Muaythai bukan hanya olahraga fisik, melainkan juga media pendidikan karakter. Melalui latihan dan kompetisi, mahasiswa belajar tentang: Disiplin dan ketekunan, karena latihan membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi. Sportivitas, yaitu kemampuan menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada.
Kerja keras dan semangat juang, karena keberhasilan diperoleh melalui proses panjang dan penuh tantangan. Pengendalian diri, sebab dalam Muaythai, kekuatan tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada kemampuan mental.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi UNIKI dalam membentuk lulusan yang unggul, berkarakter islami, dan berintegritas. Rajie Fandi menjadi contoh nyata implementasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui aktivitas olahraga.
Prestasi mahasiswa seperti Rajie Fandi memiliki dampak positif terhadap reputasi universitas. Keberhasilan mahasiswa di ajang olahraga bergengsi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pembinaan kampus. Publikasi prestasi Rajie melalui media sosial, situs web UNIKI, dan pemberitaan lokal menjadi bukti bahwa UNIKI aktif mendukung mahasiswa yang berprestasi.
Dalam perjalanan menuju prestasi, Rajie Fandi tentu menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan waktu latihan di tengah jadwal kuliah, kebutuhan biaya untuk mengikuti kejuaraan, serta minimnya sarana latihan di daerah. Namun, semangat dan dukungan dari keluarga, pelatih, serta pihak kampus menjadi motivasi kuat baginya untuk terus berkembang.
Ke depan, Rajie berencana untuk mengikuti kejuaraan tingkat nasional agar dapat membawa nama Aceh ke kancah nasional. Pihak kampus diharapkan terus memperkuat dukungan dalam bentuk beasiswa prestasi, bantuan fasilitas latihan, dan pembinaan berkelanjutan. Dengan sinergi antara mahasiswa, universitas, dan lembaga olahraga, bukan tidak mungkin Rajie Fandi akan menjadi salah satu atlet andalan Aceh di masa depan.
Prestasi tersebut tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UNIKI Bireuen. Melalui dukungan berkelanjutan dari kampus, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk berprestasi di bidang olahraga maupun bidang lainnya.
Rajie Fandi telah menunjukkan bahwa mahasiswa hukum bukan hanya ahli dalam analisis dan penalaran, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Prestasi seperti ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi yang seimbang antara akademik dan non-akademik adalah kunci dalam mencetak generasi muda unggul di masa depan.
Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekomi dan Bisniss UNIKI Bireuen





Users Today : 20
Users Yesterday : 197
This Month : 1999
This Year : 1999
Total Users : 6918
Views Today : 168
Total views : 24885
Who's Online : 2
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!