Peran Strategis Mahasiswa UNIKI dalam Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor: Implementasi KKM Tematik Angkatan VI Tahun 2025 di Kabupaten Bireuen Tahap I

Peran Strategis Mahasiswa UNIKI dalam Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor: Implementasi KKM Tematik Angkatan VI Tahun 2025 di Kabupaten Bireuen Tahap I
Bireuen, dailyinews.com -

Bencana banjir dan tanah longsor merupakan permasalahan serius yang kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Aceh. Kabupaten Bireuen menjadi salah satu daerah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi (Fenomena alam kaitan dengan lapisan atmosfer) akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

Namun dengan kondisi geografis, serta degradasi(Perubahan kondisi tanah menjadi lebih lapuk dan mengandung Lindi) lingkungan. Dampak bencana tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat.

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam upaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik.

Selain itu,dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual kepada mahasiswa sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan sebagai salah satu wujud nyata di masyarakat.

Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen sebagai institusi pendidikan tinggi berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan Masyarakat dalam berbagai sektor.

Panitia KKM Tematik UNIKI Bireuen mengusung tema “Kontribusi Mahasiswa dalam Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Aceh” sebagai respons atas bencana yang melanda di sejumlah desa, wilayah di Kabupaten Bireuen.

Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak banjir dan lumpur agar danpak kejadian tersebut dapat pulih secepatnya.

Pelaksanaan KKM Tematik UNIKI Angkatan VI Tahun 2025 memiliki beberapa tujuan utama, antara lain: Memberikan kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor. Mendukung proses pemulihan pascabencana melalui kegiatan pembersihan rumah, fasilitas umum, dan tempat ibadah.

Meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat terkait kebencanaan dan pelestarian lingkungan. Menumbuhkan jiwa kemampuan untuk merasakan maupun memahami perasaan,pikiran dan pengalaman orang lain(empati), solidaritas, dan tanggung jawab sosial mahasiswa sebagai calon intelektual muda. Mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Kuliah Kerja Mahasiswa(KKM) Tematik dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Kegiatan diawali dengan prosesi pelepasan mahasiswa yang berlangsung di halaman tengah Kampus UNIKI Bireuen.

Mahasiswa ditempatkan pada lima kecamatan dan sepuluh desa di Kabupaten Bireuen, yaitu: Kecamatan Peudada: Desa Leubok Naleung dan Desa Puloe. Kecamatan Jeumpa: Desa Blang Rheum dan Desa Meuligoe.

Disamping itu, Kecamatan Kuala: Desa Weu Jangka dan Desa Kareueng. Kecamatan Peusangan: Desa Pante Gajah Kecamatan Kuta Blang: Desa Meusee, Desa Imbudee, dan Desa Ujong Blang

Peserta KKM Tematik berjumlah 164 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi di lingkungan UNIKI Bireuen. Seluruh mahasiswa merupakan mahasiswa semester V dan terdiri dari mahasiswa laki-laki dan perempuan.

Sebelum diterjunkan ke lokasi, mahasiswa sudah mendapatkan pembekalan yang dilaksanakan pada hari Senin, 22 Desember 2025, bertempat di lantai III Kampus UNIKI Bireuen. Pembekalan ini diberikan oleh Ketua Panitia bersama Tim Kerja yang telah dibentuk sebelumnya. Materi pembekalan meliputi teknis pelaksanaan kegiatan, etika berinteraksi dengan masyarakat, keselamatan kerja, serta pengenalan kondisi wilayah terdampak bencana.

Selain itu,sarana dan prasarana, Dalam mendukung kelancaran kegiatan KKM tematik, mahasiswa dibekali dengan peralatan kerja yang diperoleh melalui bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen.

Adapun peralatan tersebut meliputi cangkul, sapu lidi, sekop, gerobak sorong, sepatu kerja, dan sarung tangan. Bantuan ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dan UNIKI dalam penanggulangan bencana.

Kegiatan KKM Tematik difokuskan pada beberapa aktivitas utama, antara lain: Pembersihan rumah-rumah masyarakat yang terdampak banjir dan lumpur. Pembersihan fasilitas umum dan tempat ibadah dan lingkungan tempat tinggal.

Selain itu, para dosen juga ikut Pendampingan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana. Edukasi kebencanaan dan lingkungan kepada masyarakat setempat dan diajak untuk kebersamaan   dengan aparatur negara secara bersama-sama.

Mahasiswa bekerja secara berkelompok di bawah koordinasi dosen pembimbing lapangan serta aparat desa setempat. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip gotong royong, keselamatan, dan kepedulian sosial.

Kegiatan pelepasan KKM Tematik UNIKI Angkatan VI Tahun 2025 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Rektor UNIKI Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi, M.T., Pembina UNIKI Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., Kepala BPBD Kabupaten Bireuen, para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, dosen, seluruh civitas akademika UNIKI, para camat, Danpos Ramil, serta para geuchik.

Sebelum kita lanjutkan acara ini, ketua penitia KKM tematik yang juga sebagai Wakil Rektor III Uniki Bireuen, Dr.H.Kamaruddin.,M.M,CRP,CFRM, menjelaskan bahwa KKM kali ini dirancang khusus untuk mendukung pemulihan pascabanjir.

Lebih lanjut dalam sambutannya, bahwa Rektor UNIKI Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M. menyampaikan bahwa KKM Tematik merupakan bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam membantu masyarakat sekaligus implementasi pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Mahasiswa tidak hanya ditugaskan untuk membantu pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga melakukan pendampingan dan edukasi kebencanaan yang berkelanjutan. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada bapak Pembina Yayasan Uniki Bireuen yang terus memberikan dukungan penuh dan arahan terhadap program-program pengabdian kampus Uniki Bireuen.

Pembina UNIKI Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si. dalam arahannya mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui BPBD yang telah menyediakan sarana kerja bagi mahasiswa. Beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Sebelumnya Uniki telah lebih dahulu menurunkan sekitar 70 relawan pada peukan bencana pertama untuk membantu operasional POSKO banjir. Selain itu, biasanya KKM berlansung selama satu bulan, namun kali ini kami desain secara tematik dan singkat agar danpak lebih cepat dirasakan lansung oleh masyarakat korban banjir dan lumpur

Sementara itu, Wakil Bupati Bireuen Ir. Razuardi, M.T. secara resmi melepas 164 mahasiswa KKM Tematik dan berharap kehadiran mahasiswa dapat meringankan beban serta mengurangi trauma masyarakat akibat banjir dan lumpur yang berlangsung kurang lebih selama satu bulan. Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga etika dan nama baik UNIKI selama berada di tengah masyarakat.

Bahwa banjir bandang telah melumpuhkan sendi ekonomi dan sosial masyarakat. Namun dengan kehadiran para mahasiswa di tengah warga diharapkan mampu menjadi motor penggerak semangat pemulihan. Selain itu, Wakil Bupati berharap mahasiswa KKM ini dapat menjadi agen perubahan, dan juga dapat membawa semangat positif bagi masyarakat.

Pelaksanaan KKM Tematik ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mahasiswa. Bagi masyarakat, kegiatan ini membantu percepatan pemulihan Stress, pemulihan trauma pascabencana alam di Kabupaten Bireuen.

Namun ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengurangi resiko dan danpak buruk bencana(mitigasi bencana). Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memperkuat karakter, empati sosial, dan tanggung jawab sebagai generasi muda.

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat, dan edukasi yang berkelanjutan. Hal ini mempertegas peran mahasiswa UNIKI sebagai agen perubahan yang peduli terhadap permasalahan sosial dan kemanusiaan.

KKM Tematik Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Angkatan VI Tahun 2025 merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang relevan dan strategis dalam konteks penanggulangan bencana di Kabupaten Bireuen.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai generasi muda yang berintegritas dan bertanggung jawab sosial.

Program ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian berkelanjutan dalam mendukung pembangunan daerah dan ketangguhan masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi  bencana alam, banjir dan lumpur di Kabupaten Bireuen-Aceh dan Sumatra.

Penulis:

Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen

Support Kami dengan share artikel ini !

Shares

Tinggalkan Jejak dengan berkomentar

Belum ada komentar. jadilah yang pertama!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *