Integrasi Teori dan Praktik dalam Pendidikan Peternakan: Implementasi Program Magang Mahasiswa UNIKI di Laboratorium Lapangan Universitas Syiah Kuala.

Integrasi Teori dan Praktik dalam Pendidikan Peternakan: Implementasi Program Magang Mahasiswa UNIKI di Laboratorium Lapangan Universitas Syiah Kuala.
Bireuen, dailyinews.com -

Editor: Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S

Pendidikan tinggi di bidang peternakan memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.

Salah satu upaya konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut adalah melalui kegiatan magang atau praktik kerja lapangan yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.

Program magang menjadi sarana penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik lapangan, sekaligus membentuk keterampilan teknis dan nonteknis mahasiswa sebagai calon tenaga profesional di sektor peternakan.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen melaksanakan Program Magang di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP) Universitas Syiah Kuala (USK).

Kegiatan ini mengusung tema Penerapan Teknologi Peternakan sebagai Bentuk Upaya Peningkatan Kapasitas Mahasiswa di Masyarakat”, yang mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata di lapangan.

Program magang ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktis mahasiswa di bidang peternakan, memperluas wawasan mengenai penerapan teknologi peternakan modern, serta menumbuhkan pemahaman komprehensif tentang sistem produksi ternak yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan kondisi riil di lapangan, sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, kegiatan magang ini juga memiliki signifikansi strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya terkait upaya swasembada dan pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional.

Dengan meningkatnya kapasitas dan kompetensi mahasiswa peternakan, diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sektor peternakan yang produktif, efisien, dan berdaya saing.

Pelaksanaan program magang ini terlaksana atas Kerja Sama Antarperguruan Tinggi, baik daripihak UNIKI maupun dari pihak USK, terutama pimpinan Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, yang dipimpin oleh Dekan Ibu Ir. Suryani, M.Pt., serta Dekan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Bapak Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D. Dukungan ini mencerminkan komitmen bersama dalam penguatan kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.

Program magang ini disambut dengan baik oleh pihak Universitas Syiah Kuala(USK) dan unsur pimpinan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia(UNIKI) sebagai bentuk kerja sama positif dalam pengembangan sumber daya manusia perguruan tinggi, khususnya di bidang peternakan.

Sinergi ini menjadi contoh konkret kolaborasi akademik yang produktif dalam meningkatkan mutu pendidikan dan relevansi lulusan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Program magang ini diikuti oleh 30 orang mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia(UNIKI). Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, terhitung mulai tanggal 12 Januari 2026 hingga 10 Februari 2026, bertempat di Laboratorium Lapangan Peternakan Universitas Syiah Kuala.

Pembukaan kegiatan magang secara resmi dilakukan oleh Kepala Laboratorium Lapangan Peternakan USK, Bapak Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc. Acara pembukaan tersebut dilanjutkan dengan seremoni penyerahan mahasiswa magang dari Universitas Islam Kebangsaan Indonesia kepada pihak Universitas Syiah Kuala, yang diwakili oleh Ketua Program Studi Peternakan UNIKI, Bapak Mhd. Taufiq Hadi Wijaya, S.Pt., M.Pt.

Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan pembelajaran lapangan yang terstruktur dan berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa.

Selama periode magang, mahasiswa mengikuti agenda pembelajaran lapangan yang disusun secara sistematis, terencana, dan terfokus pada beberapa bidang keilmuan utama dalam peternakan.

Kegiatan dilaksanakan secara bergantian setiap hari dengan sistem rotasi, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman yang seimbang dan menyeluruh pada setiap bidang. Adapun bidang keilmuan yang menjadi fokus utama meliputi ruminansia, perunggasan, nutrisi dan formulasi pakan, serta manajemen perkandangan dan peternakan.

Bidang pertama yang menjadi fokus pembelajaran adalah ruminansia, yang mencakup ternak sapi dan kambing. Pada sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan karakteristik fisiologi pencernaan ruminansia, sistem pemberian pakan, serta tata kelola pemeliharaan ternak ruminansia dalam skala laboratorium lapangan.

Selain itu,Mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai hubungan antara sistem pencernaan ruminansia dengan kebutuhan nutrisi, efisiensi pakan, dan produktivitas ternak.

Melalui pengamatan dan praktik langsung, mahasiswa mempelajari prosedur pemberian pakan, penentuan kondisi tubuh ternak (body condition score), penilaian perilaku makan dan minum, serta teknik pemeriksaan kesehatan dasar berdasarkan observasi status fisiologis ternak.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemberian pakan secara terukur dan tepat, disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, kondisi fisiologis, serta tujuan pemeliharaan ternak, baik untuk penggemukan maupun reproduksi. Pendekatan ini bertujuan agar mahasiswa mampu memahami manajemen pemeliharaan ruminansia secara komprehensif dan aplikatif.

Bidang pembelajaran kedua adalah perunggasan, yang berfokus pada sistem pemeliharaan ayam pedaging dan ayam petelur, serta teknologi penetasan telur menggunakan mesin tetas yang tersedia di Laboratorium Lapangan Peternakan USK.

Pada sesi ini, mahasiswa diberikan penjelasan mengenai siklus produksi unggas, standar manajemen pakan, kebutuhan energi dan protein, serta pengaruh faktor lingkungan seperti pencahayaan, ventilasi, suhu, dan kelembapan terhadap produktivitas ternak unggas.

Mahasiswa juga mempelajari aspek pengelolaan kesehatan unggas, meliputi program vaksinasi, pengendalian penyakit, serta penerapan standar kebersihan kandang untuk menjaga biosekuriti. Melalui praktik langsung, mahasiswa dapat memahami bahwa sistem pemeliharaan unggas memerlukan ketelitian tinggi dalam manajemen teknis.

Selain pengawasan rutin terhadap kondisi produksi dan kesehatan ternak. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi di bidang perunggasan, baik untuk kebutuhan industri maupun penelitian.

Bidang ketiga dalam agenda magang adalah nutrisi dan formulasi pakan, yang merupakan komponen strategis dalam sistem produksi ternak. Pada bagian ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai jenis bahan pakan, mulai dari hijauan, konsentrat, bahan pakan lokal, hingga limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan alternatif.

Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan penimbangan bahan pakan, pencampuran ransum, penentuan komposisi nutrisi, serta pengenalan perhitungan keseimbangan energi, protein, serat kasar, dan mineral sesuai kebutuhan ternak.

Pembelajaran ini menjadi sangat penting karena pakan merupakan faktor utama yang menentukan pertumbuhan, reproduksi, dan produktivitas ternak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas mengenai teknik formulasi pakan, pemanfaatan bahan pakan lokal, serta pertimbangan ekonomis dalam penerapannya di lapangan.

Bidang keempat adalah manajemen perkandangan dan peternakan, yang menjadi dasar dalam tata kelola sistem produksi ternak. Pada sesi ini, mahasiswa mempelajari pentingnya desain kandang yang sesuai dengan kebutuhan ternak untuk mendukung kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas.

Mahasiswa diperkenalkan pada aspek teknis yang meliputi tata letak kandang, sistem ventilasi, sanitasi, drainase, pengelolaan limbah ternak, serta sistem keamanan lingkungan peternakan.

Melalui pembelajaran ini, mahasiswa memahami bahwa kandang bukan sekadar tempat pemeliharaan ternak, melainkan bagian integral dari sistem produksi peternakan yang memengaruhi efisiensi, kesejahteraan hewan, dan pengendalian penyakit.

Pemahaman ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir kritis dan sistematis dalam mengelola usaha peternakan yang berkelanjutan.

Pembagian kegiatan magang secara bergantian setiap hari memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi setiap bidang keilmuan dengan intensitas yang seimbang dan mendalam.

Sistem rotasi ini juga berkontribusi dalam meminimalkan kejenuhan serta meningkatkan dinamika pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk aktif bertanya, berdiskusi dengan supervisor lapangan, melakukan pengamatan, mencatat data, dan menyusun laporan kegiatan secara sistematis.

Kegiatan magang ini juga memberikan pemahaman yang lebih nyata mengenai keterkaitan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan fenomena lapangan. Mahasiswa dihadapkan pada berbagai dinamika lapangan, seperti perilaku ternak, manajemen stres lingkungan, permasalahan teknis harian, serta tantangan dalam pengambilan keputusan pada skala produksi.

Selain Pengalaman ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan analitis dan problem solving mahasiswa di bidang peternakan.

Selain aspek teknis, kegiatan magang turut membentuk soft skills mahasiswa, seperti kerja sama tim, disiplin, komunikasi, tanggung jawab, dan etika profesional. Mahasiswa dituntut untuk mengikuti aturan, menghargai arahan supervisor.

Disamping melaksanakan tugas lapangan dengan penuh dedikasi. Nilai-nilai ini menjadi modal penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, program magang mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia di Laboratorium Lapangan Peternakan Universitas Syiah Kuala merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman yang efektif dan relevan.

Selain kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di bidang peternakan. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan praktis, tetapi juga sebagai wadah penguatan jati diri akademik dan profesional mahasiswa.

Melalui agenda kegiatan yang tersusun secara sistematis dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta keterampilan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang kompetitif, adaptif, dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan pembangunan sektor peternakan nasional.

Penulis:
Mhd. Taufiq Hadi Wijaya, S.Pt., M.Pt.

Kaprodi Peternakan UNIKI Bireuen

Support Kami dengan share artikel ini !

Shares

Tinggalkan Jejak dengan berkomentar

Belum ada komentar. jadilah yang pertama!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *