Pembangunan ekonomi desa berbasis potensi lokal merupakan strategi penting dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Kampung Jawa sebagai salah satu desa di Kota Lhokseumawe memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, baik dari hasil tangkapan laut maupun budidaya ikan air tawar seperti ikan Nila.
Selai itu, sektor perikanan merupakan salah satu sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi wilayah pesisir. Kampung Jawa sebagai salah satu desa di Kota Lhokseumawe memiliki potensi besar dalam bidang perikanan.
Namun pendekatan pertanian dan perikanan berbasis syariah sebagaimana dikemukakan oleh Maulana (2024) memberikan landasan normatif dan etis dalam pengembangan usaha berbasis masyarakat.
Tingginya jumlah penduduk Kota Lhokseumawe menciptakan permintaan ikan yang stabil sepanjang tahun. Kondisi ini menjadi peluang strategis bagi BUMG Peumakmue Syuhada untuk menjadikan pengolahan ikan sebagai usaha unggulan desa.
Selain tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan laut, BUMG juga mulai mengembangkan budidaya ikan Nila sebagai bahan baku utama produksi ikan kering dan ikan asin.
Meskipun memiliki potensi yang besar, BUMG masih menghadapi berbagai kendala. Kapasitas produksi terbatas pada sekitar 50 kg ikan mentah per siklus karena proses pengeringan masih dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan sinar matahari.
Ruang produksi yang sempit, belum tersedianya freezer, serta sistem pemasaran yang masih mengandalkan metode titip jual menjadi hambatan utama dalam peningkatan skala usaha.
Dari aspek sosial, sekitar 80% anggota BUMG adalah perempuan, terdiri dari ibu rumah tangga, janda, dan pensiunan guru. Kelompok ini memiliki semangat tinggi untuk mandiri secara ekonomi, namun masih terbatas dalam penguasaan teknologi produksi dan pemasaran digital.
Berdasarkan permasalahan tersebut, tim dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen yang terdiri dari Ivvon Septina Bella (Manajemen), Vivi Asbar (Informatika), Mizan Maulana (Pertanian), Koko Bustami (Akuntansi), Juanda (Informatika), Novia Hasdyna (Manajemen), dan Mahrani Aufa (Teknik Sipil) melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan penjualan melalui inovasi teknologi dan digitalisasi pemasaran.
Teknologi Pengeringan dalam Pengolahan Ikan, bahwa Pengeringan merupakan metode pengawetan pangan dengan menurunkan kadar air sehingga aktivitas mikroorganisme terhambat. Metode tradisional dengan penjemuran di bawah sinar matahari memiliki kelemahan berupa ketergantungan cuaca, risiko kontaminasi, dan kualitas produk yang tidak seragam.
Lemari pengering (cabinet dryer) menjadi solusi alternatif karena memungkinkan proses pengeringan berlangsung dalam ruang tertutup dengan suhu terkontrol, lebih higienis, dan efisien.

Proses pengeringan masih dilakukan secara tradisional di luar ruangan dengan memanfaatkan sinar matahari dan jaring bekas sebagai alas. Ketergantungan pada cuaca menyebabkan produksi tidak stabil dan distribusi ke pasar sering terhambat.
Penyimpanan Bahan Baku, Ikan segar bersifat mudah rusak (perishable). Tanpa penyimpanan beku, bahan baku yang telah dibersihkan namun belum diproses berisiko mengalami penurunan mutu. Penggunaan freezer dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas enzim sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga (Maulana, 2024).
Pengemasan dan Teknologi Vakum, Kemasan memiliki fungsi proteksi dan promosi (Nur, 2012). Pilihan bahan kemasan meliputi kertas, plastik, dan vakum (Putra et al., 2020).
Kemasan vakum bekerja dengan menghilangkan udara dari dalam kemasan sehingga oksidasi dan pertumbuhan mikroorganisme dapat dicegah (Hawa et al., 2018). Proses ini melibatkan pengosongan udara dan penyegelan rapat (Zakiah & Daiyah, 2024). Dengan metode ini, daya simpan produk dapat meningkat 3–5 kali lebih lama dibandingkan kemasan biasa.
Digital Marketing pada UMKM, Digital marketing memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas pasar. Hawa & Magfiroh (2023) menyatakan bahwa banyak UMKM masih mengandalkan pemasaran tradisional, padahal pendekatan digital lebih efektif dalam menjangkau konsumen modern.
Program pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan berikut: Observasi lapangan dan diskusi bersama pengurus BUMG. Sosialisasi Program – Pengenalan tujuan, manfaat, dan jadwal kegiatan kepada pengurus desa, ibu-ibu PKK, dan pemuda. Pelatihan dan Demonstrasi Teknologi – Penggunaan lemari pengering dan freezer.

Pelatihan Pengemasan dan Branding – Penerapan mesin vakum dan desain label produk. Pelatihan Digital Marketing – Pembuatan akun media sosial bisnis dan strategi promosi online. Pendampingan dan Evaluasi – Monitoring implementasi teknologi dan pemasaran. Program ini didukung oleh pendanaan DRTPM Kemendikbud Tahun 2024.
Permasalahan Aspek Produksi, Sebelum intervensi, pengeringan dilakukan di luar ruangan menggunakan jaring bekas sebagai alas. Risiko yang muncul meliputi: Kontaminasi hewan liar dan debu. Ketergantungan cuaca. Kapasitas produksi terbatas. Tidak konsisten dalam kualitas. Tidak adanya freezer menyebabkan bahan baku yang telah dibersihkan menunggu dalam kondisi tidak layak simpan.
Introduksi Lemari Pengering, Lemari pengering bekerja dengan prinsip pembakaran kayu atau serbuk kayu untuk menghasilkan panas terkontrol. Cara kerja meliputi: Persiapan bahan (ikan dibersihkan dan ditiriskan). Pengaturan suhu sesuai jenis bahan. Penambahan kayu/serbuk kayu.
Selain Penempatan bahan pada rak dalam ruang tertutup. Pengaturan waktu pengeringan. Pemantauan suhu dan kondisi bahan. Pendinginan sebelum pengemasan. Penyimpanan dalam wadah kedap udara. Teknologi ini meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk.
Peningkatan Pengemasan, Produk kini dikemas menggunakan plastik vakum dengan label informatif (nama usaha, merek, berat bersih, tanggal produksi). Hal ini meningkatkan daya saing dan nilai jual produk.
Transformasi Digital Marketing, Pelatihan ini meliputi: Pembuatan akun media sosial bisnis, Teknik fotografi produk, Strategi promosi digital, Edukasi perhitungan sederhana laba atas investasi, Partisipasi masyarakat sangat tinggi, terutama ibu-ibu PKK dan pemuda desa.
Relevansi dan Partisipasi Masyarakat, Kegiatan ini mendapat respons antusias dari masyarakat Kampung Jawa Lama. Pendekatan hard skill (penggunaan teknologi) dan soft skill (manajemen dan pemasaran) menciptakan rasa kepemilikan kolektif terhadap program. Kolaborasi antaranggota komunitas memperkuat keberlanjutan program dan meningkatkan kohesi sosial.
Dampak Sosial dan Ekonomi; Produksi meningkat dan lebih stabil. Kualitas dan daya simpan produk meningkat. Jangkauan pasar meluas melalui media digital. Pemberdayaan perempuan meningkat. Pendapatan masyarakat desa bertambah.
BUMG Peumakmue Syuhada di Kampung Jawa, Kota Lhokseumawe memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha pengolahan ikan. Kendala utama terletak pada keterbatasan teknologi produksi dan pemasaran.
Introduksi lemari pengering, freezer, kemasan vakum, serta pelatihan digital marketing terbukti menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan jangkauan pasar.
Program pengabdian masyarakat oleh tim dosen UNIKI Bireuen di Kampung Jawa, Kota Lhokseumawe berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan penjualan BUMG Peumakmue Syuhada melalui introduksi teknologi pengeringan, freezer, kemasan vakum, dan digital marketing.
Selain itu, Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperkuat pemberdayaan perempuan sebagai aktor utama pembangunan ekonomi desa berbasis teknologi dan inovasi.
Integrasi teknologi produksi dan pemasaran digital terbukti menjadi strategi efektif dalam memperkuat daya saing produk perikanan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan.
Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen.
Top of Form
Bottom of Form
