Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki kompetensi akademik dan profesional yang memadai. Dalam konteks pendidikan seni, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan kreativitas.
Selain pengembangan keterampilan praktik, serta pelestarian dan inovasi budaya. Pendidikan seni pertunjukan, khususnya seni tari, merupakan salah satu bidang yang berkontribusi signifikan dalam membentuk kepekaan estetis, kedisiplinan, kerja sama, dan karakter mahasiswa.
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Aceh terus berupaya mengembangkan program-program akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi budaya bangsa.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membuka Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada tahun 2023. Pembukaan program studi ini menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan seni di lingkungan UNIKI Bireuen.
Seiring berjalannya waktu, hingga tahun 2026 Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Bireuen telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Mahasiswa angkatan pertama kini telah memasuki semester V, yang menandai fase penting dalam penguasaan kompetensi akademik dan praktik seni.
Keberhasilan proses pembelajaran tersebut tidak terlepas dari peran dosen yang memiliki kompetensi keilmuan, pengalaman praktik, serta pendekatan bersifat mendidik atau berkaitan dengan ilmu dan seni mengajar(pedagogis) yang efektif dan inovatif. Salah satu dosen yang berperan aktif dalam proses tersebut adalah Novita Hidayani, S.Sn., M.Sn.
Profil Dosen dan Peran Akademik, Novita Hidayani, S.Sn., M.Sn. merupakan dosen pada Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Bireuen. Beliau memiliki latar belakang pendidikan akademik di bidang seni tari serta pengalaman praktik yang memadai dalam dunia seni pertunjukan. Kompetensi tersebut menjadi modal utama dalam menjalankan peran sebagai pendidik di perguruan tinggi, khususnya dalam mata kuliah yang bersifat praktik.
Selain menjalankan tugas sebagai dosen, Novita Hidayani juga dipercaya menjabat sebagai Kepala Subbagian Akademik (Kasubbag Akademik) FKIP UNIKI Bireuen. Jabatan ini menunjukkan tingkat kepercayaan institusi terhadap kapasitas manajerial, profesionalisme, dan integritas akademik yang dimilikinya.
Dalam peran administratif tersebut, beliau terlibat dalam pengelolaan akademik fakultas, termasuk pengaturan kegiatan pembelajaran, administrasi perkuliahan, serta koordinasi akademik antarprogram studi.
Sebagai dosen Pendidikan Seni Pertunjukan, Novita Hidayani tidak hanya berfokus pada pencapaian target kurikulum, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap profesional mahasiswa.
Beliau memandang bahwa mahasiswa seni pertunjukan perlu dibina secara cara pandang yang menyeluruh atau secara keseluruhan sebagai satu kesatuan(holistic), mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang diterapkan bersifat humanis, komunikatif, dan partisipatif.
Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Bireuen resmi dibuka pada tahun 2023 sebagai bagian dari upaya pengembangan keilmuan dan pelestarian seni budaya melalui jalur pendidikan formal. Program studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai pendidik seni, praktisi seni, serta agen pelestarian dan pengembangan budaya.
Di bawah kepemimpinan Dekan FKIP UNIKI Bireuen, Dra. Zahara, M.Pd., program studi ini terus mengalami penguatan baik dari sisi kurikulum, sumber daya manusia, maupun sarana pendukung pembelajaran. Kebijakan pembukaan Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan merupakan langkah visioner yang sejalan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan potensi seni budaya daerah.
Hingga tahun 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Bireuen telah memasuki semester V. Pada tahap ini, mahasiswa telah memperoleh dasar-dasar teori seni, pedagogik, serta pengalaman praktik yang cukup intensif.
Kondisi tersebut memungkinkan mahasiswa untuk mulai mengintegrasikan antara pengetahuan teoretis dan keterampilan praktik secara lebih matang.
Tari Nusantara II merupakan salah satu mata kuliah inti dalam Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Bireuen. Mata kuliah ini merupakan lanjutan dari Tari Nusantara I dan bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap ragam tari tradisional Indonesia, baik dari aspek teknik gerak, struktur pertunjukan, maupun nilai-nilai budaya yang melatarbelakanginya.

Dalam pelaksanaannya, mata kuliah Tari Nusantara II difokuskan pada Tari Randai Minangkabau. Tari Randai merupakan bentuk seni pertunjukan tradisional yang berasal dari Minangkabau dan menggabungkan unsur tari, musik, drama, serta gerak silat.
Dalam konteks pembelajaran di FKIP UNIKI Bireuen, Tari Randai dikemas sebagai tari kreasi baru yang tetap berakar pada tradisi, namun disesuaikan dengan kebutuhan akademik dan pedagogis mahasiswa.
Pemilihan Tari Randai Minangkabau sebagai materi pembelajaran memiliki nilai strategis, karena selain memperkaya wawasan mahasiswa terhadap keberagaman budaya Nusantara, juga melatih kemampuan mahasiswa dalam mengadaptasi dan mengembangkan seni tradisi secara kreatif dan bertanggung jawab.
Dalam mengampu mata kuliah Tari Nusantara II, Novita Hidayani, S.Sn., M.Sn. menerapkan metode pembelajaran yang sistematis, bertahap, dan berorientasi pada praktik. Salah satu aspek utama yang ditekankan adalah olah tubuh, yang merupakan fondasi penting dalam seni tari.
Olah tubuh bertujuan untuk meningkatkan kelenturan, kekuatan, koordinasi, keseimbangan, serta kesadaran tubuh mahasiswa sebagai instrumen utama dalam berekspresi.
Latihan olah tubuh dilakukan secara rutin dan terstruktur, dimulai dari pemanasan, latihan teknik dasar, hingga eksplorasi gerak yang lebih kompleks. Dalam proses ini, Novita Hidayani dikenal memiliki kelincahan dalam gerak, yang menjadi teladan langsung bagi mahasiswa.
Pendekatan yang “kocak” namun tetap terarah ini secara akademik dapat dipahami sebagai strategi pedagogis untuk meningkatkan motivasi, kenyamanan, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran.
Tari Randai Minangkabau yang diajarkan dalam mata kuliah Tari Nusantara II dikembangkan sebagai tari kreasi baru. Artinya, mahasiswa tidak hanya meniru bentuk tari tradisional secara utuh, tetapi juga diajak untuk memahami struktur dasar dan karakteristiknya, kemudian mengembangkannya secara kreatif sesuai dengan konteks pembelajaran.
Dalam proses ini, Novita Hidayani memberikan ruang bagi mahasiswa/i untuk bereksplorasi, berdiskusi, dan berkreasi. Mahasiswa dilatih untuk mengembangkan variasi gerak, pola lantai, dan ekspresi, tanpa menghilangkan identitas dan nilai-nilai budaya Tari Randai.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan seni modern yang menekankan keseimbangan antara pelestarian tradisi dan inovasi.
Melalui pembelajaran ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis menari, tetapi juga kemampuan analitis dan kreatif dalam mengembangkan karya seni. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik seni yang diharapkan mampu mengajarkan seni tari secara kontekstual dan inovatif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran di Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Bireuen tidak terlepas dari dukungan pimpinan fakultas. Dekan FKIP UNIKI Bireuen, Dra. Zahara, M.Pd., memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim akademik yang kondusif bagi pengembangan program studi dan dosen.
Di bawah kepemimpinannya, FKIP UNIKI Bireuen memberikan ruang dan dukungan bagi dosen untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Kebijakan fakultas yang mendukung kegiatan praktik seni, termasuk penyediaan waktu dan ruang latihan, menjadi faktor penting dalam keberlangsungan pembelajaran seni pertunjukan.
Pada tahun 2026, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Bireuen telah berada pada semester V. Pada tahap ini, mahasiswa menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, baik dari segi kemampuan teknik tari, pemahaman konsep seni, maupun sikap profesional dalam mengikuti perkuliahan.

Pengalaman mengikuti mata kuliah Tari Nusantara II dengan pendekatan pembelajaran yang komunikatif, disiplin, dan menyenangkan memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri dan motivasi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar bekerja sama, berdisiplin, dan menghargai proses.
Pembelajaran Tari Nusantara II di Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP UNIKI Bireuen merupakan wujud nyata implementasi pendidikan seni yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa.
Peran Novita Hidayani, S.Sn., M.Sn. sebagai dosen dan Kasubbag Akademik FKIP UNIKI Bireuen sangat signifikan dalam membina mahasiswa melalui pendekatan pembelajaran yang sistematis, kreatif, komunikatif, dan menyenangkan.
Selain itu,didukung oleh kepemimpinan Dekan FKIP UNIKI Bireuen, Dra. Zahara, M.Pd., serta komitmen institusi dalam mengembangkan pendidikan seni, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan UNIKI Bireuen diharapkan mampu terus berkembang dan melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, serta memiliki kepekaan budaya yang kuat.
Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen.





Users Today : 15
Users Yesterday : 197
This Month : 1994
This Year : 1994
Total Users : 6913
Views Today : 52
Total views : 24769
Who's Online : 1
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!