Skip to content
Bireuen, AI 24261 +6285296321420 info@dailyinews.com
Privacy Policy
Disclaimer
Terms of Service
Kontak
  • Indonesia
  • English
DailyINews
DailyINews
  • Beranda

  • Local News

  • International News

  • Pendidikan

  • Politik

  • Sport

  • Opini

  • Wisata

CATEGORIES
CATEGORIES

Ekonomi

Global News

International News

Kesehatan

Local News

National

Natural Disaster

Pendidikan

Pertanian

Peternakan

Politik

Seni dan Budaya

Sport

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Lokakarya Penyesuaian Kurikulum ,Evaluasi dan Peninjauan Kurikulum OBE Program Studi Magister Manajemen(S.2) FEB UNIKI Bireuen: Strategi Peningkatan Mutu Akademik dan Akreditasi Unggul.
Lokakarya Penyesuaian Kurikulum ,Evaluasi dan Peninjauan Kurikulum OBE Program Studi Magister Manajemen(S.2) FEB UNIKI Bireuen: Strategi Peningkatan Mutu Akademik dan Akreditasi Unggul.
Perubahan paradigma(Kerangka berpikir) pendidikan tinggi pada abad ke-21 ditandai oleh tuntutan terhadap…
Menghidupkan Sastra Lisan Aceh di Ruang Kelas: Mendongeng sebagai Strategi Pedagogis Berbasis Kearifan Lokal dan Praktik Storytelling Kreatif pada Mata Kuliah Mendongeng PBSA.
Menghidupkan Sastra Lisan Aceh di Ruang Kelas: Mendongeng sebagai Strategi Pedagogis Berbasis Kearifan Lokal dan Praktik Storytelling Kreatif pada Mata Kuliah Mendongeng PBSA.
Pendidikan bahasa dan sastra daerah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan identitas…
Peran Perguruan Tinggi dalam Pemulihan Dampak Bencana: Implementasi Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat di Pulau Sumatra Tahun 2026
Peran Perguruan Tinggi dalam Pemulihan Dampak Bencana: Implementasi Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat di Pulau Sumatra Tahun 2026
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi. Kondisi…
Demokrasi Internal Partai dalam Muswil X PPP Aceh: Dinamika Penetapan Tim Formatur dan Arah Kepemimpinan DPW-PPP 2026–2029.
Demokrasi Internal Partai dalam Muswil X PPP Aceh: Dinamika Penetapan Tim Formatur dan Arah Kepemimpinan DPW-PPP 2026–2029.
Partai politik merupakan salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi modern. Keberadaan…
Dampak Bencana Alam terhadap Infrastruktur Rel Kereta Api Aceh dan Urgensi Rekonstruksi Pasca Banjir 26 November 2025 Krueng Geukueh–Cot Tufah Kuta Blang di Kabupaten Bireuen
Dampak Bencana Alam terhadap Infrastruktur Rel Kereta Api Aceh dan Urgensi Rekonstruksi Pasca Banjir 26 November 2025 Krueng Geukueh–Cot Tufah Kuta Blang di Kabupaten Bireuen
Transportasi merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional karena berperan sebagai penghubung aktivitas…
Archives
Archives

Februari 2026

Januari 2026

Desember 2025

November 2025

Oktober 2025

September 2025

Berita Popular

Berita Popular

Yudisium Gelombang VIII Fakultas Komputer dan Multimedia UNIKI Berjumlah 162 Mahasiswa: Dari Kampus Ke Dunia Digital, Peran Alumni Dalam Menginspirasi Inovasi dan Perubahan
Yudisium Gelombang VIII Fakultas Komputer dan Multimedia UNIKI Berjumlah 162 Mahasiswa: Dari Kampus Ke Dunia Digital, Peran Alumni Dalam Menginspirasi Inovasi dan Perubahan
Dalam konteks pendidikan tinggi, yudisium memiliki posisi strategis sebagai penentu akhir dari…
Yudisium Angkatan XIII Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen 163 Mahasiswa. Tema: Membangun Ekonomi Cerdas, Etis, dan Adaptif di Era Digitalisasi
Yudisium Angkatan XIII Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen 163 Mahasiswa. Tema: Membangun Ekonomi Cerdas, Etis, dan Adaptif di Era Digitalisasi
Yudisium merupakan salah satu tahapan penting dalam sistem akademik perguruan tinggi yang…
Membangun Cendekiawan Muda Yang Berkarya Dan Berdampak: Refleksi Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (Pomaba) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Bireuen Tahun Akademik 2025/2026
Membangun Cendekiawan Muda Yang Berkarya Dan Berdampak: Refleksi Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (Pomaba) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Bireuen Tahun Akademik 2025/2026
Pendidikan tinggi merupakan pintu gerbang penting dalam mencetak generasi muda bangsa yang…
Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Lingkungan Bersih melalui Inovasi Pupuk Organik dari Limbah Ternak
Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Lingkungan Bersih melalui Inovasi Pupuk Organik dari Limbah Ternak
Pengelolaan limbah peternakan merupakan isu strategis dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Limbah yang…
UNIKI Bireuen: Transformasi Pendidikan Islami menuju Panggung Global. Tema: Merajut Ilmu, Mengukir Prestasi Sebagai Universitas Islam Berstandar Global
UNIKI Bireuen: Transformasi Pendidikan Islami menuju Panggung Global. Tema: Merajut Ilmu, Mengukir Prestasi Sebagai Universitas Islam Berstandar Global
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen Aceh adalah institusi perguruan tinggi swasta…

Visitors

009583
Users Today : 11
Users Yesterday : 137
This Month : 437
This Year : 4664
Total Users : 9583
Views Today : 68
Total views : 44877
Who's Online : 1
Your IP Address : 216.73.216.161
Server Time : 2026-02-04

Dampak Bencana Alam terhadap Infrastruktur Rel Kereta Api Aceh dan Urgensi Rekonstruksi Pasca Banjir 26 November 2025 Krueng Geukueh–Cot Tufah Kuta Blang di Kabupaten Bireuen

Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S Januari 27, 2026
Dampak Bencana Alam terhadap Infrastruktur Rel Kereta Api Aceh dan Urgensi Rekonstruksi Pasca Banjir 26 November 2025 Krueng Geukueh–Cot Tufah Kuta Blang di Kabupaten Bireuen
Bireuen, dailyinews.com -

Transportasi merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional karena berperan sebagai penghubung aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya masyarakat. Infrastruktur transportasi yang andal tidak hanya mempercepat mobilitas manusia dan barang, tetapi juga menjadi indikator kemajuan suatu wilayah.

Dalam konteks Provinsi Aceh, pembangunan rel kereta api menjadi salah satu proyek infrastruktur penting yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah pesisir dan pedalaman serta menekan biaya transportasi masyarakat.

Pembangunan rel kereta api di Aceh mulai menunjukkan hasil nyata sejak tahun 2019 dengan beroperasinya lintasan Krueng Geukueh–Cot Tufah Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Jalur ini dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa sekolah, mahasiswa, pedagang, hingga masyarakat umum.

Dengan tarif yang relatif murah dibandingkan modal transportasi darat lainnya seperti bus dan angkutan umum, kereta api menjadi alternatif transportasi yang aman, efisien, dan terjangkau.

Namun demikian, kondisi geografis Aceh yang rawan bencana alam, khususnya banjir dan longsor yang terjadi Pada tanggal 26 November 2025.,menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan infrastruktur rel kereta api.

Selain bencana banjir besar disertai aliran lumpur melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra, termasuk Kabupaten Bireuen. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada rel kereta api, stasiun, dan jembatan penunjang jalur rel.

Kerusakan tersebut tidak hanya berdampak pada terhentinya operasional kereta api, tetapi juga menimbulkan potensi risiko keselamatan yang sangat besar apabila jalur rel kembali diaktifkan tanpa perbaikan menyeluruh.

Oleh karena itu, artikel ini penting untuk mengkaji kondisi kerusakan rel kereta api pascabencana, dampaknya terhadap masyarakat, serta urgensi pembangunan kembali oleh pemerintah pusat sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan rakyat.

Sejarah dan Peran Strategis Rel Kereta Api di Aceh, Pembangunan rel kereta api di Aceh merupakan bagian dari program nasional pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel di luar Pulau Jawa.

Namun Jalur Krueng Geukueh–Cot Tufah Kuta Blang yang mulai beroperasi sejak tahun 2019 hingga 2025 telah menjadi tulang punggung transportasi darat di wilayah Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Cot Tufah Kuta Blang Kabupaten Bireuen.

Secara sosial, kehadiran kereta api memberikan kemudahan akses bagi siswa dan mahasiswa untuk menjangkau sekolah dan perguruan tinggi. Banyak pelajar dari daerah pinggiran yang mengandalkan kereta api sebagai sarana transportasi utama.

Selain  biaya yang murah dan waktu tempuh yang relatif stabil. Dari sisi ekonomi, pedagang kecil dan pelaku usaha mikro memanfaatkan kereta api untuk distribusi barang dan mobilitas usaha.

Disamping itu, kereta api juga berkontribusi dalam mengurangi beban lalu lintas jalan raya serta menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Dengan kapasitas angkut yang besar dan tingkat emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan bermotor, transportasi kereta api juga sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Bencana Banjir dan Kerusakan Infrastruktur Rel Kereta Api, bencana banjir dan lumpur yang terjadi pada 26 November 2025 merupakan salah satu bencana alam terbesar yang melanda Aceh dalam beberapa tahun terakhir.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya sungai-sungai utama dan membawa material lumpur, batu, serta kayu ke berbagai wilayah permukiman dan infrastruktur publik.

Berdasarkan pengamatan lapangan, rel kereta api di Kabupaten Bireuen mengalami kerusakan yang sangat serius. Alas rel (balas) banyak yang terseret arus air dan lumpur, menyebabkan rel tidak lagi berada pada posisi yang stabil. Di beberapa titik, rel terlihat berserakan dan terangkat dari bantalan aslinya, sehingga secara teknis tidak layak untuk dilalui kereta api.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah stasiun penting, seperti Stasiun Krueng Geukueh, Stasiun Bungkah Jembatan Bungkah, Stasiun Krueng Mane, hingga Stasiun Cot Tufah Kuta Blang di Kabupaten Bireuen. Selain itu, beberapa jembatan rel kereta api di wilayah Aceh Utara yang terhubung langsung dengan lintasan tersebut juga mengalami kerusakan struktural.

Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana alam tidak hanya berdampak sementara, tetapi juga mengancam keberlanjutan fungsi infrastruktur transportasi apabila tidak segera ditangani secara serius dan komprehensif.

Risiko Keselamatan dan Potensi Korban Masyarakat, salah satu isu paling krusial pascabencana adalah risiko keselamatan masyarakat apabila operasional kereta api kembali diaktifkan tanpa rekonstruksi total. Jalur rel yang rusak, bantalan yang hilang, serta jembatan yang tidak stabil sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan serius.

Masyarakat Kabupaten Bireuen, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, menyampaikan kekhawatiran besar terhadap keselamatan anak-anak sekolah yang selama ini menggunakan kereta api sebagai Alat Angkut (Moda transportasi utama).

Apabila kereta api dioperasikan kembali dalam kondisi rel yang belum diperbaiki secara menyeluruh, risiko jatuh korban jiwa tidak dapat dihindari.

Dalam perspektif keselamatan transportasi, prinsip utama yang harus dipegang adalah keselamatan sebagai prioritas tertinggi. Operasional transportasi publik tanpa jaminan keselamatan yang memadai merupakan pelanggaran terhadap hak dasar masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dari negara.

Urgensi Perhatian Pemerintah Pusat, melihat tingkat kerusakan dan dampak sosial yang ditimbulkan, masyarakat Kabupaten Bireuen sangat mengharapkan adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta. Pembangunan kembali rel kereta api yang rusak harus menjadi agenda prioritas nasional, mengingat fungsinya yang strategis bagi masyarakat Aceh.

Rekonstruksi tidak hanya sebatas perbaikan fisik rel, tetapi juga harus mencakup penguatan struktur jembatan, peningkatan sistem drainase di sekitar jalur rel, serta penerapan standar keselamatan yang lebih ketat untuk menghadapi potensi bencana alam di masa depan.

Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal sangat diperlukan agar proses pembangunan kembali dapat berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Dampak Sosial-Ekonomi Jika Rekonstruksi Tidak Segera Dilakukan, apabila pembangunan kembali rel kereta api tidak segera dilakukan, masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen, akan menghadapi berbagai dampak sosial dan ekonomi.

Biaya transportasi masyarakat akan meningkat karena ketergantungan pada Alat Angkut (Moda transportasi utama)  lain yang relatif lebih mahal. Hal ini akan membebani pelajar, mahasiswa, dan pedagang kecil.

Di sisi lain, keterbatasan akses transportasi juga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi lokal serta memperlebar kesenjangan antarwilayah. Oleh karena itu, rekonstruksi rel kereta api bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keadilan sosial dan pemerataan pembangunan.

Bencana banjir dan lumpur yang terjadi pada 26 November 2025 telah memberikan dampak serius terhadap infrastruktur rel kereta api di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen.

Kerusakan rel, stasiun, dan jembatan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan yang sangat besar apabila operasional kereta api kembali diaktifkan tanpa perbaikan menyeluruh.

Oleh karena itu, perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sangat dibutuhkan untuk segera membangun kembali rel kereta api yang rusak. Pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat Aceh.

Rekonstruksi rel kereta api yang aman, kuat, dan berkelanjutan akan memastikan bahwa kereta api tetap menjadi sarana transportasi murah, aman, dan inklusif bagi siswa, mahasiswa, pedagang, dan masyarakat umum di Kabupaten Bireuen dan wilayah sekitarnya.

Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen.

Support Kami dengan share artikel ini !

Shares
Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss Uniki Bireuen

Tinggalkan Jejak dengan berkomentar

Belum ada komentar. jadilah yang pertama!

Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Popular Posts

Yudisium Gelombang VIII Fakultas Komputer dan Multimedia UNIKI Berjumlah 162 Mahasiswa: Dari Kampus Ke Dunia Digital, Peran Alumni Dalam Menginspirasi Inovasi dan Perubahan
Yudisium Gelombang VIII Fakultas Komputer dan Multimedia UNIKI Berjumlah 162 Mahasiswa: Dari Kampus Ke Dunia Digital, Peran Alumni Dalam Menginspirasi Inovasi dan Perubahan
Dalam konteks pendidikan tinggi, yudisium memiliki posisi strategis sebagai penentu akhir dari…
Yudisium Angkatan XIII Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen 163 Mahasiswa. Tema: Membangun Ekonomi Cerdas, Etis, dan Adaptif di Era Digitalisasi
Yudisium Angkatan XIII Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen 163 Mahasiswa. Tema: Membangun Ekonomi Cerdas, Etis, dan Adaptif di Era Digitalisasi
Yudisium merupakan salah satu tahapan penting dalam sistem akademik perguruan tinggi yang…
Membangun Cendekiawan Muda Yang Berkarya Dan Berdampak: Refleksi Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (Pomaba) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Bireuen Tahun Akademik 2025/2026
Membangun Cendekiawan Muda Yang Berkarya Dan Berdampak: Refleksi Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (Pomaba) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Bireuen Tahun Akademik 2025/2026
Pendidikan tinggi merupakan pintu gerbang penting dalam mencetak generasi muda bangsa yang…
Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Lingkungan Bersih melalui Inovasi Pupuk Organik dari Limbah Ternak
Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Lingkungan Bersih melalui Inovasi Pupuk Organik dari Limbah Ternak
Pengelolaan limbah peternakan merupakan isu strategis dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Limbah yang…
Archives
Archives

Februari 2026

Januari 2026

Desember 2025

November 2025

Oktober 2025

September 2025

Arsip
Arsip

Februari 2026

Januari 2026

Desember 2025

November 2025

Oktober 2025

September 2025

Terms

  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kontak

Visitors

009583
Users Today : 11
Users Yesterday : 137
This Month : 437
This Year : 4664
Total Users : 9583
Views Today : 69
Total views : 44878
© 2026, ZS Theme by Suheri S. Kom
  • Choosing a selection results in a full page refresh.

Share

Blogger
Bluesky
Delicious
Digg
Email
Facebook
Facebook messenger
Flipboard
Google
Hacker News
Line
LinkedIn
Mastodon
Mix
Odnoklassniki
PDF
Pinterest
Pocket
Print
Reddit
Renren
Short link
SMS
Skype
Telegram
Tumblr
Twitter
VKontakte
wechat
Weibo
WhatsApp
X
Xing
Yahoo! Mail

Copy short link

Copy link