Peran Perguruan Tinggi dalam Pemulihan Dampak Bencana: Implementasi Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat di Pulau Sumatra Tahun 2026

Peran Perguruan Tinggi dalam Pemulihan Dampak Bencana: Implementasi Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat di Pulau Sumatra Tahun 2026
Bireuen, dailyinews.com -

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi. Kondisi geografis yang berada pada jalur cincin api (ring of fire), ditambah dengan karakteristik iklim tropis, menyebabkan berbagai wilayah di Indonesia rentan terhadap bencana alam, baik yang bersifat geologis maupun hidrometeorologis.

Pulau Sumatra sebagai salah satu wilayah utama di Indonesia tidak terlepas dari ancaman tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah daerah di Sumatra mengalami bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya yang berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.

Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik berupa infrastruktur, permukiman, dan fasilitas umum, tetapi juga membawa dampak multidimensional terhadap aspek sosial, ekonomi, kesehatan, dan ketahanan masyarakat. Pascabencana, masyarakat seringkali dihadapkan pada kehilangan sumber penghidupan.

Selain dapat melemahnya struktur ekonomi lokal, menurunnya kualitas kesehatan, serta meningkatnya kerentanan sosial, khususnya pada kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan masyarakat pedesaan. Kondisi ini menuntut adanya strategi pemulihan yang tidak hanya bersifat reaktif dan jangka pendek, tetapi juga berorientasi pada pembangunan kembali kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

Pada fase pemulihan pascabencana, intervensi yang dilakukan tidak cukup hanya berupa tanggap darurat dan bantuan material. Pemulihan yang berkelanjutan membutuhkan pendekatan pemberdayaan yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan kemandirian ekonomi.

Selain dapat membangun kembali ketahanan sosial komunitas terdampak. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan perguruan tinggi, dalam suatu kerangka kolaborasi yang terintegrasi.

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung proses pemulihan pascabencana melalui pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk berkontribusi dalam penyelesaian persoalan masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat pascabencana menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mampu menghubungkan teori akademik dengan realitas sosial di lapangan.

Sejalan dengan mandat tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menyelenggarakan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra.

Program ini dirancang sebagai instrumen kebijakan nasional untuk mendorong peran aktif mahasiswa dan perguruan tinggi dalam proses pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Program Mahasiswa Berdampak sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat,dan jugaProgram Mahasiswa Berdampak merupakan salah satu bentuk kebijakan strategis pemerintah dalam rangka transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak sosial.

Program ini menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat sasaran.

Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk terlibat secara aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan program, hingga evaluasi dampak yang dihasilkan.

Secara konseptual, Program Mahasiswa Berdampak mengintegrasikan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai konsep dan teori keilmuan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam konteks nyata yang kompleks dan dinamis.

Dengan demikian, program ini menjadi sarana strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, berempati, memiliki kepemimpinan sosial, serta mampu bekerja secara kolaboratif lintas disiplin.

Dalam konteks pemulihan pascabencana, Program Mahasiswa Berdampak diarahkan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sosial ekonomi masyarakat terdampak. Fokus utama program ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas individu dan kelompok, penguatan kelembagaan local.

Selain pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan potensi dan kebutuhan lokal. Melalui pelibatan aktif organisasi kemahasiswaan dan pendampingan dosen, program ini diharapkan mampu menghasilkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Peran Universitas Islam Kebangsaan Indonesia(UNIKI) dalam Program Mahasiswa Berdampak,bahwa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkomitmen pada penguatan peran sosial akademik, turut berpartisipasi aktif dalam Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026.

Namun ini di bawah payung Lembaga Penelitian danPengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNIKI berhasil memperoleh pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026.

Keberhasilan UNIKI dalam memperoleh pendanaan program ini mencerminkan kapasitas kelembagaan dalam merancang dan mengimplementasikan program pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan nasional dan lokal.

Pada pelaksanaan tahun 2026, UNIKI melibatkan dua organisasi kemahasiswaan sebagai pelaksana utama kegiatan, yaitu Himpunan Mahasiswa Akuntansi dan Himpunan Mahasiswa Hukum. Kedua organisasi ini dipilih berdasarkan kesiapan organisasi, relevansi keilmuan, serta komitmen dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat pascabencana.

Pelaksanaan program ini didampingi oleh tim dosen pelaksana lintas disiplin ilmu, yaitu: Murni, S.E., M.Si. (Akuntansi), Dian Eriani, S.H., M.H. (Hukum), Cut Fadhillah, S.Kom., M.Kom. (Informatika), Khairunnisak, S.Kom., M.Kom. (Informatika), Emalia Ariska, S.E., M.S.M. (Manajemen), Hilda Pratiwi, S.P., M.Pt. (Pertanian).

Keterlibatan dosen dari berbagai bidang keilmuan menunjukkan pendekatan interdisipliner dalam pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di UNIKI. Pendekatan ini menjadi penting mengingat persoalan pascabencana bersifat kompleks dan memerlukan solusi yang komprehensif dari berbagai perspektif keilmuan.

Fokus dan Lokasi Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat,bahwa pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak UNIKI Tahun 2026 difokuskan pada dua kegiatan utama yang dirancang berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat terdampak bencana di wilayah sasaran.

Women Recovery Project: Penguatan Kemandirian Perempuan Pascabencana, kegiatan pertama adalah Women Recovery Project: Penguatan Kemandirian Perempuan melalui Optimalisasi Home Industry untuk Keberlanjutan Usaha Pascabencana yang dilaksanakan di Desa Balee Panah,Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Namun program ini dilatarbelakangi oleh kondisi perempuan pascabencana yang seringkali mengalami kerentanan ekonomi akibat terganggunya sumber pendapatan keluarga.

Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga dan keberlanjutan kehidupan sosial keluarga. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu strategi utama dalam pemulihan pascabencana.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas perempuan pelaku usaha rumahan melalui pelatihan manajemen usaha, literasi keuangan, pencatatan keuangan sederhana, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.

Melalui optimalisasi home industry, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta mendorong keberlanjutan usaha pascabencana. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada penguatan jejaring sosial antarperempuan sebagai modal sosial dalam proses pemulihan masyarakat.

Pemulihan Sosial Ekonomi melalui Pemberdayaan Kelompok Tani dan Pemuda, kegiatan kedua berfokus pada pemulihan sosial ekonomi pascabencana banjir bandang dan longsor melaluipemberdayaan kelompok tani kopi dan Karang Taruna di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang,Kabupaten Aceh Tengah. Wilayah ini merupakan salah satu sentra pertanian kopi yang terdampak cukup parah akibat bencana alam.

Program ini diarahkan pada peningkatan kapasitas kelompok tani kopi melalui pendampingan teknis budidaya, pengelolaan pascapanen, serta penguatan nilai tambah produk kopi. Selain itu, pelibatan Karang Taruna sebagai representasi generasi muda desa menjadi strategi penting dalam mendorong regenerasi petani dan penguatan peran pemuda dalam pembangunan desa pascabencana.

Pendekatan pemberdayaan yang digunakan dalam kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan solidaritas sosial masyarakat desa. Dengan demikian, pemulihan yang dilakukan diharapkan bersifat holistik dan berkelanjutan.

Pelepasan Mahasiswa Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026, sebagai bagian dari tahapan implementasi program, pada Rabu, 28 Januari 2026, dilaksanakan kegiatan pelepasan mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam PemulihanDampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia dan menjadi simbol dimulainya pelaksanaan kegiatan di lokasi sasaran.

Sambutan Rektor UNIKI disampaikan oleh Wakil Rektor I, Dr. Taufik, M.Pd., yang menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai duta perguruan tinggi di tengah masyarakat. Pelepasan mahasiswa secara resmi dilakukan oleh Ketua LPPM UNIKI, Dr. Azhari, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA.

Kegiatan pelepasan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr.Kamaruddin,M.M., Wakil Rektor II Ibu Chairul Bariah, M.M., para dekan fakultas, kepala biro, kepala bagian kemahasiswaan, serta para ketua program studi. Kehadiran pimpinan universitas mencerminkan dukungan kelembagaan yang kuat terhadap pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak.

Pesan Pimpinan dan Etika Pelaksanaan Kegiatan, dalam arahannya, Wakil Rektor III dan Ketua LPPM UNIKI menegaskan pentingnya mahasiswa untuk senantiasa menjaga nilai-nilai etika, norma sosial, serta kearifan lokal selama berada di tengah masyarakat.

Selain Mahasiswa diharapkan mampu bersikap santun, menghormati budaya setempat, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, mahasiswa diingatkan agar melaksanakan seluruh kegiatan sesuai dengan program yang telah direncanakan dan menjunjung tinggi prinsip tanggung jawab akademik. Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat pascabencana di wilayah sasaran.

Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 merupakan wujud nyata sinergi antara kebijakan pemerintah, peran strategis perguruan tinggi, dan partisipasi aktif mahasiswa dalam menjawab tantangan pemulihan pascabencana.

Keterlibatan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia(UNIKI) melalui LPPM dan organisasi kemahasiswaan menunjukkan komitmen institusional dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi secara kontekstual dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal dan pendampingan lintas disiplin, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat terdampak bencana sekaligus membentuk mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial, integritas, dan kapasitas kepemimpinan.

Dengan demikian, Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya berkontribusi pada pemulihan masyarakat, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia unggul yang berorientasi pada pengabdian dan keberlanjutan.

Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen.

Support Kami dengan share artikel ini !

Shares

Tinggalkan Jejak dengan berkomentar

Belum ada komentar. jadilah yang pertama!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *