Perubahan paradigma(Kerangka berpikir) pendidikan tinggi pada abad ke-21 ditandai oleh tuntutan terhadap kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan memiliki karakter yang kuat. Perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia.
Selain mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan nasional dan bersaing di tingkat global. Salah satu instrumen utama untuk menjawab tantangan tersebut adalah kurikulum pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada hasil pembelajaran.
Kurikulum berbasis Outcomes Based Education (OBE) merupakan pendekatan yang menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai titik sentral dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Melalui pendekatan ini, seluruh komponen kurikulum—mulai dari visi dan misi program studi, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, hingga sistem asesmen yang disusun secara terintegrasi dan selaras.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menetapkan kebijakan penyesuaian kurikulum berbasis OBE sebagaimana tertuang dalam Permendikti Nomor 39 Tahun 2025.
Kebijakan ini menegaskan bahwa setiap program studi wajib melakukan peninjauan dan penyesuaian kurikulum secara berkala untuk menjamin ketercapaian standar nasional pendidikan tinggi serta meningkatkan daya saing lulusan.
Dalam konteks tersebut, Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (FEB UNIKI) Bireuen memandang perlu untuk menyelenggarakan Lokakarya Penyesuaian Kurikulum sebagai upaya strategis dalam penguatan mutu akademik, penjaminan mutu internal, serta persiapan asesmen akreditasi oleh LAMEMBA.
Lokakarya penyesuaian kurikulum ini bertujuan untuk: Menyelaraskan kurikulum Program Studi Magister Manajemen dengan Permendikti Nomor 39 Tahun 2025; Mengimplementasikan paradigma Outcomes Based Education (OBE) secara komprehensif; Menyempurnakan visi, misi, tujuan, dan strategi program studi agar selaras dengan visi FEB dan UNIKI;
Merumuskan capaian pembelajaran lulusan yang relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri(DUDI) dan perkembangan IPTEK; Meningkatkan kesiapan program studi dalam menghadapi asesmen akreditasi LAMEMBA.
Manfaat dari pelaksanaan lokakarya ini antara lain: Tersusunnya kurikulum Magister Manajemen yang berbasis OBE dan berorientasi pada mutu; Terwujudnya kesamaan persepsi di antara civitas akademika mengenai arah pengembangan program studi; Meningkatnya relevansi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja dan masyarakat; Menguatnya tata kelola akademik dan sistem penjaminan mutu program studi.
Artikel ini menguraikan secara komprehensif landasan teoretis dan kebijakan yang menjadi dasar dalam penyesuaian kurikulum Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (FEB UNIKI) Bireuen, khususnya yang berkaitan dengan paradigma Outcomes Based Education (OBE).
Disamping kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Pendalaman kajian ini dimaksudkan untuk memberikan justifikasi akademik yang kuat terhadap arah pengembangan kurikulum serta memastikan kesesuaian dengan regulasi nasional dan standar mutu pendidikan tinggi.
Paradigma(Kerangka berpikir) Outcomes Based Education (OBE) merupakan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) sebagai indikator utama keberhasilan proses pendidikan.
Selain OBE menekankan bahwa seluruh komponen pembelajaran harus dirancang secara sistematis dengan titik tolak pada capaian pembelajaran lulusan yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, fokus utama OBE bukan pada apa yang diajarkan oleh dosen (input-based), melainkan pada apa yang mampu dilakukan oleh lulusan setelah menyelesaikan proses pendidikan (outcome-based).
Secara konseptual, OBE menuntut adanya kejelasan dalam perumusan capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap dan tata nilai, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. Capaian pembelajaran tersebut harus bersifat spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound).
Dalam konteks pendidikan magister, OBE menekankan penguasaan keilmuan yang mendalam, kemampuan analisis dan sintesis, kepemimpinan, serta kemampuan menghasilkan gagasan dan solusi inovatif berbasis riset.
Penerapan OBE dalam kurikulum Magister Manajemen memiliki implikasi strategis terhadap perancangan profil lulusan, struktur kurikulum, pemetaan mata kuliah, metode pembelajaran, serta sistem evaluasi dan asesmen.
Namun Setiap mata kuliah harus memiliki capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) yang selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL), sehingga terbentuk keterkaitan yang jelas dan logis antara tujuan program studi dan proses pembelajaran di kelas.
Prinsip-Prinsip Implementasi OBE dalam Pendidikan Tinggi; Implementasi OBE dalam pendidikan tinggi didasarkan pada beberapa prinsip utama. Pertama, prinsip keterpaduan (alignment), yaitu keselarasan antara visi dan misi program studi, CPL, CPMK.
Selain metode pembelajaran, dan asesmen. Keselarasan ini memastikan bahwa seluruh aktivitas akademik berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian kompetensi lulusan.
Kedua, prinsip transparansi dan akuntabilitas, di mana capaian pembelajaran dan kriteria penilaian disampaikan secara jelas kepada mahasiswa dan pemangku kepentingan. Hal ini memungkinkan proses evaluasi pembelajaran dilakukan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketiga, prinsip perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). OBE menuntut adanya siklus evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkala berdasarkan hasil asesmen pembelajaran, tracer study alumni, umpan balik pengguna lulusan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam konteks Program Studi Magister Manajemen FEB UNIKI, prinsip-prinsip tersebut diimplementasikan melalui sistem penjaminan mutu internal, evaluasi diri program studi, serta keterlibatan aktif dosen dan pemangku kepentingan dalam proses peninjauan kurikulum.

Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan relevansi dan kualitas lulusan pendidikan tinggi. MBKM memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar program studi atau di luar perguruan tinggi, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang lebih komprehensif dan kontekstual.
Dalam kerangka MBKM, kurikulum dituntut untuk adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja. Program studi perlu menyediakan ruang bagi pengakuan kredit pembelajaran dari berbagai aktivitas akademik dan non-akademik yang relevan, seperti magang, proyek riset, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan profesional lainnya.
Bagi Program Studi Magister Manajemen, implementasi MBKM diarahkan pada penguatan kompetensi profesional, kepemimpinan, kewirausahaan, dan kemampuan pemecahan masalah nyata di organisasi dan masyarakat. Kurikulum disusun sedemikian rupa agar memungkinkan integrasi kegiatan MBKM dengan capaian pembelajaran lulusan, tanpa mengurangi kedalaman keilmuan pada jenjang magister.
Integrasi OBE dan MBKM dalam Kurikulum Magister Manajemen; Integrasi OBE dan MBKM merupakan tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. OBE menyediakan kerangka konseptual untuk perumusan capaian pembelajaran.
Sementara MBKM memberikan fleksibilitas dalam strategi pencapaiannya. Integrasi keduanya menuntut perencanaan kurikulum yang matang dan sistem evaluasi yang komprehensif.
Dalam kurikulum Magister Manajemen FEB UNIKI, integrasi OBE dan MBKM dilakukan melalui pemetaan CPL dengan aktivitas pembelajaran inovatif yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar kontekstual.
Kegiatan seperti riset terapan, studi kasus berbasis masalah nyata, proyek kewirausahaan, dan kolaborasi dengan DUDI dirancang sebagai bagian dari strategi pencapaian CPL.
Pendekatan ini sejalan dengan tuntutan dunia kerja yang membutuhkan lulusan dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Dengan demikian, integrasi OBE dan MBKM diharapkan mampu menghasilkan lulusan Magister Manajemen yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi dinamika lingkungan profesional.

Kerangka Kebijakan Nasional dan Standar Akreditasi; Penyesuaian kurikulum Program Studi Magister Manajemen(S.2) FEB UNIKI juga mengacu pada kerangka kebijakan nasional dan standar akreditasi yang berlaku.
Permendikti Nomor 39 Tahun 2025 menegaskan bahwa kurikulum pendidikan tinggi harus dirancang berbasis OBE dan dievaluasi secara berkala. Selain itu, standar akreditasi LAMEMBA menuntut adanya keterkaitan yang jelas antara visi program studi, CPL, kurikulum, dan luaran lulusan.
Dalam konteks tersebut, pendalaman kajian teoretis OBE dan MBKM menjadi landasan penting bagi Program Studi Magister Manajemen FEB UNIKI untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga mencerminkan kualitas akademik dan relevansi substantif.
Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung pencapaian visi program studi sebagai penyelenggara pendidikan magister manajemen yang unggul, profesional, berjiwa Islami, dan berdaya saing global.
Lokakarya dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 09.00–17.30 WIB, bertempat di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Assoc. Prof. Dr. Ade Gunawan, S.E., M.Si., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Asesor LAMEMBA, yang memberikan materi mengenai implementasi OBE, penyusunan CPL, serta strategi pemenuhan standar akreditasi.
Peserta lokakarya terdiri atas: Rektor UNIKI Bireuen; Wakil Rektor.I, Dr.Taufik,.,M.Pd., Wakil II,Chairul Bariah,SE.,M.M., dan Warek III, Dr. Kamaruddi,M.M.; Dekan dan Wakil Dekan FEB; Ketua dan Sekretaris Program Studi Magister Manajemen; Dosen FEB; Alumni S.2 ;Tim penyusun kurikulum; Perwakilan stakeholder internal dan eksternal.
Dekan FEB UNIKI, Dr. Khairul Aswadi, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kurikulum berbasis OBE sebagai fondasi utama peningkatan mutu akademik dan daya saing program studi.
Selain itu, Rektor UNIKI Bireuen, Dr. Zainuddin, S.E., M.M., menegaskan bahwa kurikulum Magister Manajemen harus disusun secara terukur dan terintegrasi agar mampu mencapai hasil asesmen akreditasi yang unggul.
Visi: Menjadikan Program Studi Magister Manajemen yang unggul dalam menghasilkan sumber daya insani yang profesional, berjiwa Islami, berorientasi kewirausahaan, serta berdaya saing global dalam bidang manajemen pada tahun 2030.
Misi;1.Menyelenggarakan tata kelola program studi yang profesional dan akuntabel;2. Menghasilkan lulusan berjiwa Islami yang menguasai IPTEK dan berinovasi; 3.Menyelenggarakan pembelajaran berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat;Mengembangkan kerja sama dengan pemangku kepentingan.
Nilai Utama (University Values); 4. Nilai keunggulan, pengembangan sumber daya insani, profesionalisme, nilai-nilai keislaman, kewirausahaan, dan daya saing global menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi Program Studi Magister Manajemen FEB UNIKI.
Tracer Study(Studi penelusuran alumni) dan Analisis Kebutuhan; Hasil tracer study tahun 2024 menunjukkan bahwa 100% alumni Program Studi Magister Manajemen FEB UNIKI telah bekerja, baik sebagai pegawai, profesional, maupun wirausahawan. Data ini menjadi dasar penting dalam penyusunan kurikulum berbasis OBE yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan; CPL Program Studi Magister Manajemen FEB UNIKI mencakup tujuh capaian utama yang meliputi sikap profesional dan Islami, penguasaan teori manajemen mutakhir, kemampuan strategis, kewirausahaan, kepemimpinan, riset inovatif, dan daya saing global.
Proses Penyusunan dan Finalisasi Kurikulum; Penyesuaian kurikulum dilakukan secara partisipatif melalui diskusi, FGD, lokakarya, analisis SWOT, dan evaluasi diri. Hasil FGD menunjukkan bahwa visi, misi, tujuan, dan strategi program studi telah selaras dengan visi universitas, perkembangan IPTEK, kebutuhan DUDI, dan implementasi MBKM.

Lokakarya Penyesuaian Kurikulum Berbasis OBE Program Studi Magister Manajemen FEB UNIKI Bireuen merupakan langkah strategis dalam penguatan mutu akademik dan tata kelola pendidikan tinggi. Kurikulum yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan kokoh dalam menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, berjiwa Islami, dan berdaya saing global.
Paradigma(Pola berpikir) Outcomes Based Education (OBE) definisi konseptual, orientasi outcome, implikasi pada pendidikan magister; Prinsip-prinsip; Implementasi OBE di Pendidikan Tinggi Penyelarasan dalam susunan baris(alignment), akuntabilitas, continuous improvement (sangat relevan untuk LAMEMBA);
Kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) konteks nasional & relevansi untuk S2 Manajemen; Integrasi OBE dan MBKM dalam Kurikulum Magister Manajemen penguatan profesionalisme, riset terapan, kewirausahaan; Kerangka Kebijakan Nasional dan Standar Akreditasi koneksi langsung ke Permendikti 39/2025 & standar LAMEMBA.
Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen.





Users Today : 11
Users Yesterday : 137
This Month : 437
This Year : 4664
Total Users : 9583
Views Today : 65
Total views : 44874
Who's Online : 1
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!