Bireuen – Keindahan budaya, semangat muda, dan kolaborasi kreatif akan menyatu dalam ajang Bireuen Islamic Fashion. Salah satu sorotan acara yang akan digelar pada 24–26 Oktober 2025 di Suzuya Mall Bireuen ini adalah penampilan Sanggar Ceudah, kelompok seni dan budaya yang bernaung di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen.
Sanggar yang dipimpin oleh Dr. Mai Simaihatie, SE., M.M. ini terdiri dari mahasiswi-mahasiswi muda penuh semangat dan bakat seni. Mereka hadir membawa energi segar, menampilkan perpaduan seni tradisional Aceh dan tren fashion islami modern yang siap memikat mata setiap penonton.
Keberadaan Sanggar Ceudah menjadi bukti bahwa generasi muda Bireuen memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pelestarian budaya lokal. Para anggotanya adalah mahasiswa dan mahasiswi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbakat di bidang seni, khususnya tari dan busana.
Dengan kreativitas yang terus berkembang, mereka memadukan nilai-nilai tradisi Aceh ke dalam panggung fashion islami, menghadirkan pertunjukan yang tak sekadar menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan kebanggaan terhadap warisan budaya. Penampilan mereka di Bireuen Islamic Fashion 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan keindahan Aceh ke kancah yang lebih luas.
Dr. Mai Simaihatie, sebagai pembina sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKI Bireuen, menyampaikan rasa bangga atas komitmen mahasiswi Sanggar Ceudah. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya ajang pertunjukan seni, tetapi juga sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa berani berkarya, mengekspresikan bakat, sekaligus menjaga jati diri budaya Aceh. Partisipasi di Bireuen Islamic Fashion adalah langkah penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan daerah,” ujarnya.
Keistimewaan tahun ini semakin terasa karena Boleh MUA Mona Pengantin, penyedia jasa tata rias pengantin ternama di Bireuen, hadir sebagai sponsor utama. Dukungan ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk kolaborasi kreatif antara pelaku industri kecantikan dan seni pertunjukan.
Boleh MUA Mona Pengantin, yang telah dikenal dengan keahliannya dalam merias pengantin dan acara-acara besar, akan memberikan sentuhan profesional pada penampilan anggota Sanggar Ceudah. Dari rias wajah yang anggun hingga detail tata rambut yang sempurna, semua akan dirancang untuk mempertegas pesona busana islami dan keindahan gerak tari para mahasiswi.
Kerja sama ini mendapat sambutan positif dari Dr. Mai Simaihatie. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Boleh MUA Mona Pengantin. Sinergi seperti ini menunjukkan bahwa industri kreatif di Bireuen saling mendukung dan tumbuh bersama. Riasan yang profesional tentu akan membuat penampilan mahasiswi kami semakin memukau,” tuturnya.
Bireuen Islamic Fashion 2025 bukan sekadar pertunjukan busana, tetapi juga perayaan seni dan identitas. Acara ini akan menampilkan karya desainer muda, pengrajin kain lokal, hingga pelaku usaha kecil menengah yang bergerak di bidang fashion muslim. Kehadiran Sanggar Ceudah dengan tarian dan kostum tradisional Aceh akan memberikan warna berbeda, menegaskan bahwa mode modern bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya.
Para mahasiswi Sanggar Ceudah, dengan balutan busana muslim elegan dan riasan profesional dari Boleh MUA Mona Pengantin, akan menampilkan koreografi yang memadukan kelembutan gerak tradisional dengan semangat muda. Penampilan mereka diharapkan menjadi daya tarik utama yang menghidupkan suasana panggung Suzuya Mall selama tiga hari penuh.
Selain pertunjukan, Bireuen Islamic Fashion 2025 juga menjadi ajang penting untuk memperluas jaringan antar pelaku industri kreatif. Desainer, perias, seniman, dan pengrajin lokal dapat saling bertukar ide, membentuk kolaborasi baru, dan memperkuat posisi Bireuen sebagai pusat kreativitas di Aceh.
Selama tiga hari penuh, pengunjung dapat menikmati pertunjukan fashion, pameran produk lokal, hingga workshop kreatif. Penampilan Sanggar Ceudah dipastikan menjadi salah satu momen paling dinantikan, terutama berkat dukungan penuh dari Boleh MUA Mona Pengantin.
Kolaborasi antara Sanggar Ceudah dan Boleh MUA Mona Pengantin menjadi cerminan semangat kebersamaan di Bireuen. Ini adalah contoh nyata bagaimana perguruan tinggi, pelaku seni, dan industri kreatif bisa bekerja sama untuk menciptakan karya yang menginspirasi.
Partisipasi mahasiswi muda UNIKI Bireuen menunjukkan bahwa kecantikan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga keberanian untuk melestarikan budaya dan mempromosikan nilai-nilai positif kepada masyarakat luas.
Dengan riasan profesional, busana islami yang memukau, dan semangat seni yang membara, Sanggar Ceudah siap menorehkan kesan menarik di Bireuen Islamic Fashion 2025. Dukungan Boleh MUA Mona Pengantin memastikan setiap detail penampilan akan tampil sempurna, memikat mata, dan mengharumkan nama Bireuen.
Bireuen Islamic Fashion 2025 bukan hanya pesta mode, melainkan panggung untuk merayakan kreativitas, budaya, dan kecantikan generasi muda. Sanggar Ceudah, di bawah bimbingan Dr. Mai Simaihatie, SE., M.M., akan membuktikan bahwa tradisi dapat tampil menawan bersama tren masa kini yang membawa kebanggaan bagi masyarakat Aceh dan Indonesia.
Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss Uniki Bireuen





Users Today : 15
Users Yesterday : 197
This Month : 1994
This Year : 1994
Total Users : 6913
Views Today : 79
Total views : 24796
Who's Online : 1
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!