Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan(PPP),H.Muhammad Mardiono Salurkan Bantuan Pascabanjir, dan Lumpur ke 20 DPC PPP Aceh melalui Ketua DPW PPP Aceh,Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi di UNIKI Bireuen

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan(PPP),H.Muhammad Mardiono Salurkan Bantuan Pascabanjir, dan Lumpur ke 20 DPC PPP Aceh melalui Ketua DPW PPP Aceh,Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,MSi di UNIKI Bireuen
Bireuen, dailyinews.com -

Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam, khususnya banjir, tanah longsor, dan lumpur. Kondisi geografis, curah hujan yang tinggi, serta perubahan tata guna lahan menjadi faktor utama yang memperbesar risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, bencana banjir bandang dan longsor telah menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat Aceh, termasuk kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi, serta menurunnya kualitas hidup masyarakat terdampak.

Penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk partai politik, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat sipil.

Partai politik, selain memiliki fungsi politik dan legislasi, juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat. Hal ini sejalan dengan prinsip solidaritas sosial dan nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks tersebut, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menunjukkan peran aktifnya dalam membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana banjir, longsor, dan lumpur. Kehadiran Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, H. Muhammad Mardiono, di Aceh pada tanggal 5 Januari 2026.

Hal ini menjadi momentum penting dalam upaya penguatan respons kemanusiaan serta pemulihan pascabencana. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyerahan bantuan logistik, tetapi juga mengandung pesan moral, komitmen politik, dan semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana.

Latar belakang kegiatan, bencana banjir, longsor, dan lumpur yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada rentang waktu 26 November 2025 telah menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi masyarakat. Beberapa kabupaten, seperti Kabupaten Bireuen, Pidie Jaya, Kabupaten Tamieng, Bener Meriah,dan juga kabupaten sekitarnya.

Namun ini mengalami dampak langsung berupa rusaknya permukiman warga, fasilitas umum, serta terganggunya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Sejak awal terjadinya bencana, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Aceh Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,M.Si telah mengambil langkah-langkah awal dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, meskipun dalam skala yang terbatas dan bersifat sederhana.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial partai Uniki Bireuen terhadap masyarakat Aceh. Namun demikian, kebutuhan di lapangan masih sangat besar, terutama dalam hal logistik, peralatan berat, dan dukungan pemulihan pascabencana.

Oleh karena itu, kehadiran Ketua DPP PPP H. Muhammad Mardiono di Aceh membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak. Selain menyerahkan bantuan secara simbolis, beliau juga menyampaikan komitmen untuk mendukung proses pemulihan melalui penyediaan alat berat.

Hal ini seperti ekskavator, baik berukuran besar maupun kecil, apabila kondisi di lapangan membutuhkan. Komitmen ini mencerminkan keseriusan PPP dalam berkontribusi secara nyata terhadap percepatan pemulihan bencana di Aceh.

Pelaksanaan kegiatan penyerahan bantuan, pada hari Senin, pukul 10.30 WIB, tanggal 5 Januari 2026, Ketua DPP PPP H. Muhammad Mardiono hadir di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen untuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak bencana banjir, longsor, dan lumpur di Aceh termasuk Kabupaten Bireuen melalui Ketua DPW PPP aceh Dr.H.Amiruddin Idris,SE.,M.Si di Uniki Bireuen.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman tengah Kampus UNIKI Bireuen dan dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain, hadir Rektor UNIKI Bireuen Dr. Zainuddin Iba, SE.,M.M., civitas akademika UNIKI Bireuen, pengurus DPC PPP 23 kabupaten/kota se-Aceh, serta para kader PPP di Kabupaten Bireuen.

Bantuan ini diserahkan berasal dari dua unit interkuler yang dibawa langsung dari Jakarta ke Aceh melalui jalan darat dan diantar ke tempat pada UNIKI Bireuen. Interkuler pertama merupakan bantuan resmi dari DPP PPP Pusat di Jakarta, sedangkan interkuler kedua merupakan bantuan pribadi dari H. Muhammad Mardiono.

Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok dan logistik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana. Selanjutnya, bantuan ini akan didistribusikan kepada 20 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP kabupaten/kota se-Aceh untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pelaksanaan penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kepada publik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana konsolidasi antara pengurus pusat, wilayah, dan cabang PPP dalam memperkuat peran partai sebagai mitra strategis masyarakat dalam menghadapi bencana.

Dalam sambutannya, Ketua DPP PPP H. Muhammad Mardiono menegaskan bahwa kehadirannya di Aceh merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang tengah mengalami musibah.

Beliau menyampaikan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya melalui bantuan logistik jangka pendek, tetapi juga melalui upaya pemulihan jangka menengah dan panjang.

Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, H. Muhammad Mardiono juga menyoroti pentingnya pemulihan sektor pertanian dan ketahanan pangan pascabencana. Menurutnya, banjir dan longsor tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga lahan pertanian dan sumber penghidupan masyarakat.

Oleh karena itu, penyediaan alat berat seperti ekskavator menjadi salah satu solusi strategis untuk mempercepat pembersihan material lumpur, perbaikan lahan, dan pemulihan infrastruktur pertanian.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Aceh Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak awal terjadinya bencana, PPP Aceh telah berupaya membantu masyarakat di beberapa kabupaten terdampak.

Hal ini seperti Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie, dan wilayah sekitarnya. Meskipun bantuan yang diberikan sebelumnya bersifat sederhana, namun hal tersebut dilakukan dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan.

Beliau menegaskan bahwa kehadiran Ketua DPP PPP beserta bantuan yang dibawa memberikan rasa lega dan harapan besar bagi masyarakat Aceh. Dukungan dari DPP PPP menunjukkan bahwa perjuangan dan kepedulian DPW PPP Aceh tidak berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan penuh dari pengurus pusat. Hal ini sekaligus memperkuat semangat seluruh kader PPP di Aceh untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat.

Keterlibatan perguruan tinggi dan Doa bersama,salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah keterlibatan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen sebagai tuan rumah kegiatan. Kehadiran civitas akademika UNIKI, baik dosen maupun mahasiswa, menunjukkan peran strategis perguruan tinggi.

Hal ini untuk mendukung kegiatan kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang aktif dalam merespons persoalan-persoalan kemasyarakatan.

Dalam momentum tersebut, Ketua DPP PPP H. Muhammad Mardiono dan Ketua DPW PPP Aceh Dr. H. Amiruddin Idris juga mengadakan doa bersama dengan para mahasiswa, dosen UNIKI Bireuen, pengurus DPC PPP kabupaten/kota se-Aceh, serta kader PPP.

Doa bersama ini menjadi simbol pengharapan dan ikhtiar spiritual agar Aceh segera pulih dari bencana serta diberikan kekuatan dan ketabahan bagi seluruh masyarakat terdampak.

Doa bersama juga mencerminkan nilai-nilai religius dan kearifan lokal yang kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial penting dalam membangun solidaritas, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menghadapi dan bangkit dari bencana.

Implikasi dan Harapan ke Depan,Kegiatan penyerahan bantuan dan komitmen pemulihan yang dilakukan oleh DPP dan DPW PPP di Aceh memiliki implikasi strategis, baik dari sisi sosial, politik, maupun kemanusiaan. Dari sisi sosial, kegiatan ini membantu meringankan beban masyarakat terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Dari sisi politik, kehadiran PPP di tengah masyarakat menunjukkan bahwa partai politik memiliki peran nyata dan relevan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam situasi krisis.

Ke depan, diharapkan sinergi antara partai politik, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam penanganan bencana. Upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pemulihan ekonomi, sosial, dan psikologis masyarakat terdampak.

Selain komitmen penyediaan alat berat, dukungan logistik, serta pendampingan berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mewujudkan Aceh yang tangguh dan berdaya menghadapi bencana.

Secara keseluruhan, kegiatan penyerahan bantuan oleh Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan H. Muhammad Mardiono kepada masyarakat terdampak bencana banjir, longsor, dan lumpur di Aceh merupakan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial partai politik terhadap masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat, dan optimisme bagi masyarakat Aceh untuk bangkit dan pulih dari bencana.

Melalui kolaborasi antara DPP PPP, DPW PPP Aceh, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Bireuen, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan. Dengan demikian, peran partai politik sebagai mitra masyarakat dan agen perubahan sosial dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen.

Support Kami dengan share artikel ini !

Shares

Tinggalkan Jejak dengan berkomentar

Belum ada komentar. jadilah yang pertama!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *