Pendidikan tinggi Islam memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi sosial dan spiritual. Dalam konteks ini, mahasiswa tidak hanya diposisikan sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Salah satu bentuk implementasi nyata dari peran tersebut adalah keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan keagamaan berbasis masyarakat, seperti pelatihan kaligrafi Al-Qur’an. Seni kaligrafi atau khattil Al-Qur’an merupakan salah satu cabang seni Islam yang memiliki nilai estetika sekaligus spiritual yang tinggi. Kaligrafi tidak hanya menjadi media ekspresi seni, tetapi juga sarana dakwah yang efektif dalam memperkenalkan keindahan ajaran Islam. Peran Partai Politik Serangan Rudal dan Silaturahmi Wakil Gubernur Jepang Siap Luncurkan Pelaksanaan Vaksinasi Penyakit
Dalam konteks ini, mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen kembali menunjukkan kiprah dan kontribusinya melalui keterlibatan dalam kegiatan Daurah Ramadhan ke-III Khattil Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Sanggar Kaligrafi Al-Qur’an (SKALA) Gandapura, Kabupaten Bireuen.
Mahasiswa sebagai Agen Dakwah, bahwa dalam perspektif pendidikan Islam, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen dakwah. Dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan pelatihan kaligrafi merupakan salah satu bentuk dakwah kultural yang mengedepankan pendekatan estetika dan seni.
Seni Kaligrafi Al-Qur’an (Khattil Al-Qur’an), bahwa Kaligrafi Al-Qur’an merupakan seni menulis huruf Arab dengan kaidah tertentu yang memiliki nilai estetika tinggi. Seni ini berkembang sejak masa klasik Islam dan terus mengalami transformasi hingga saat ini. Cabang hiasan mushaf menjadi salah satu bentuk kaligrafi yang menuntut ketelitian, kreativitas, dan pemahaman mendalam terhadap struktur huruf Arab.
Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti daurah Ramadhan merupakan bentuk implementasi langsung dari aspek pengabdian kepada masyarakat.
Profil Kegiatan Daurah Ramadhan, bahwa Kegiatan Daurah Ramadhan ke-III Khattil Al-Qur’an diselenggarakan oleh SKALA Gandapura, Kabupaten Bireuen, berlangsung dari tanggal 22 Februari hingga 17 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam bidang kaligrafi Al-Qur’an, khususnya pada cabang hiasan mushaf.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap seni kaligrafi.

Peran Mahasiswa sebagai Tutor, bahwa salah satu mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan ini adalah Adnin Ridha, mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FAI UNIKI. Ia dipercaya sebagai tutor/pelatih dalam kegiatan tersebut.
Selain itu bahwa perannya seorang Mahasiswa, Adnin Ridha untuk membimbing teknik dasar penulisan kaligrafi, mengajarkan estetika dan komposisi hiasan mushaf, memberikan evaluasi terhadap hasil karya peserta,dan memotivasi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan. Kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa semester awal menunjukkan bahwa kualitas pembinaan di Prodi PAI sudah berjalan dengan baik.
Apresiasi dari Pihak Akademik, bahwa Ketua Program Studi PAI, Mahmudi, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi program studi. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu di lapangan.
Dekan Fakultas Agama Islam UNIKI Bireuen , Dr. Syaripuddin, M.Si, juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kaligrafi Al-Qur’an merupakan bagian dari dakwah yang perlu terus dikembangkan.
Kontribusi terhadap Pengembangan Kompetensi Mahasiswa, bahwa Keterlibatan dalam kegiatan ini memberikan berbagai manfaat bagi mahasiswa, antara lain: Peningkatan kompetensi pedagogik melalui pengalaman mengajar, Penguatan kompetensi profesional dalam bidang kaligrafi, Pengembangan soft skills seperti komunikasi dan kepemimpinan, dan Peningkatan kepercayaan diri.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, antara lain: Meningkatkan minat terhadap seni kaligrafi Al-Qur’an, Menjadi wadah pengembangan bakat generasi muda, Memperkuat nilai-nilai keislaman melalui seni,dan Mendorong terbentuknya komunitas kaligrafi.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini dapat dianalisis dari perspektif teori pembelajaran konstruktivistik, di mana mahasiswa membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan konsep experiential learning yang menekankan pada pembelajaran berbasis pengalaman.
Selain itu disisi dakwah, kegiatan ini termasuk dalam kategori dakwah kultural yang lebih mudah diterima oleh masyarakat karena menggunakan pendekatan seni. Hal ini menjadi strategi efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam secara damai dan estetis.

Dapat disimpulkan bahwa: Mahasiswa PAI FAI UNIKI mampu berperan sebagai tutor dalam kegiatan keagamaan. Kegiatan Daurah Ramadhan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa. Kegiatan ini berdampak positif terhadap masyarakat dalam pengembangan seni kaligrafi dan dakwah Islam.
Disamping Perguruan tinggi perlu terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat. Perlu adanya dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan seni kaligrafi. Kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain untuk meningkatkan dampak sosial.
Kegiatan Daurah Ramadhan Khattil Al-Qur’an di Gandapura menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FAI UNIKI tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai dakwah dan seni Islam. Hal ini sejalan dengan visi perguruan tinggi dalam mencetak generasi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing di era global.
Penulis:
Yusri,S.Sos.,M.Si.,M.S
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisniss UNIKI Bireuen.

Leave a Reply