Pelaksanaan seleksi calon guru profesional melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Seleksi yang dilaksanakan secara profesional, transparan, tertib, dan akuntabel menjadi tahapan strategis untuk memastikan calon mahasiswa PPG memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan profesi guru.
Selain komitmen kembali ditunjukkan oleh PPG Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melalui penyelenggaraan Tes Substantif Calon Mahasiswa PPG bagi Calon Guru Tahun 2026.
Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 3–7 Agustus 2026 di Gedung ICT Universitas Syiah Kuala tersebut berjalan lancar dan sukses meskipun penyelenggara sempat menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca ekstrem yang berdampak terhadap gangguan kelistrikan.
Sebanyak 1.644 peserta dari berbagai bidang studi mengikuti tes substantif yang dibagi kedalam 10 sesi pelaksanaan. Jumlah peserta yang cukup besar tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti program Pendidikan Profesi Guru sekaligus memperlihatkan pentingnya PPG sebagai jalur pengembangan profesional calon pendidik di Indonesia.
Keberhasilan pelaksanaan tes tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh koordinasi, profesionalisme, serta kesiapsiagaan seluruh unsur penyelenggara. Panitia, proktor, pengawas, tenaga kependidikan, dosen, dan pimpinan universitas bekerja secara terintegrasi untuk memastikan seluruh tahapan seleksi dapat berlangsung sesuai ketentuan.
Pelaksanaan Tes Substantif Calon Mahasiswa PPG bagi Calon Guru Tahun 2026 di PPG FKIP USK Banda Aceh dilaksanakan selama lima hari,mulai tanggal 3 sampai 7 Agustus 2026. Bahwa Gedung ICT Universitas Syiah Kuala dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki fasilitas teknologi informasi.
Selain sarana mendukung penyelenggaraan tes berbasis computer, dan jumlah 1.644 peserta mengikuti proses seleksi dari berbagai bidang studi, hal ini untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan efektif, peserta dibagi ke dalam 10 sesi.

Pembagian sesi tersebut menjadi salah satu strategi penyelenggara untuk mengatur jumlah peserta, memaksimalkan penggunaan fasilitas, serta menjaga kelancaran proses ujian. Setiap sesi dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan dan prosedur yang telah ditetapkan.
Seleksi Berbasis Profesionalisme dan Akuntabilitas, dilaksanaan untuk tes substantif tidak hanya berorientasi pada kelancaran teknis, tetapi juga menempatkan aspek profesionalisme dan akuntabilitas sebagai prinsip utama. Setiap peserta memperoleh pelayanan dan perlakuan sesuai dengan ketentuan seleksi.
Selain proses pengawasan dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan petugas yang bertanggung jawab secara teknis dalam mengelola aplikasi dan server pelaksanaan ujian berbasis komputer(Proktor) dan pengawas yang berasal dari unsur tenaga kependidikan serta dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) FKIP USK.
Keterlibatan sumber daya manusia yang kompeten menjadi faktor penting dalam menjaga integritas proses seleksi dan memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian secara tertib.
Koordinasi Panitia menjadi kunci keberhasilan, bahwa keberhasilan penyelenggaraan Tes Substantif Calon Mahasiswa PPG 2026 tidak terlepas dari koordinasi yang solid antara seluruh unsur pelaksana. Panitia memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tes.
Selain koordinasi mencakup kesiapan ruang ujian, perangkat teknologi informasi, jaringan, listrik, administrasi peserta, pengawasan, keamanan, hingga penanganan kondisi darurat. Sinergi antarpersonel memungkinkan berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan dapat segera diidentifikasi dan ditangani.
Peran Proktor dan Pengawas, memiliki peran penting dalam memastikan sistem ujian berbasis teknologi yang berjalan dengan baik, dan sementara pengawas bertugas memastikan peserta mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku selama ujian. Disamping Profesionalisme proktor dan pengawas menjadi salah satu faktor yang mendukung terciptanya suasana ujian yang tertib dan kondusif.
Dukungan Tenaga Kependidikan dan Dosen, sebagai tenaga kependidikan dan dosen LPTK FKIP Universitas Syiah Kuala(USK) turut berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. Mereka menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing dengan mengedepankan kedisiplinan, ketelitian,
Selain pelayanan kepada peserta dan dengan kolaborasi dapat memperlihatkan bahwa penyelenggaraan kegiatan akademik berskala besar membutuhkan kerja tim yang kuat dan terkoordinasi.
Pimpinan Universitas Syiah Kuala(USK) meninjau Langsung Pelaksanaan Tes Dukungan pimpinan universitas yang juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan. Dalam acara tersebut dihadiri oleh bapak Wakil Rektor Akademik USK Banda Aceh, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA., dan bapak Dekan FKIP USK,Dr. Amiruddin, S.Pd., M.Si.,.

Namun dengan kehadiran pimpinan universitas menunjukkan perhatian dan dukungan institusi terhadap pelaksanaan seleksi calon mahasiswa PPG. Selain menjadi bentuk monitoring, kunjungan tersebut juga memberikan motivasi kepada panitia, proktor, pengawas, dan seluruh unsur pendukung agar tetap memberikan pelayanan terbaik.
Dengan Monitoring langsung oleh pimpinan USK mencerminkan pentingnya pengawasan institusional dalam penyelenggaraan kegiatan akademik yang melibatkan peserta dalam jumlah besar.
Menghadapi Cuaca Ekstrem di Aceh menjadi salah satu tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan tes karena kondisi cuaca ekstrem yang terjadi pada tanggal 5–6 Agustus 2026. Disamping kondisi tersebut berdampak pada gangguan kelistrikan akibat pohon tumbang.
Gangguan listrik menjadi tantangan serius bagi pelaksanaan tes berbasis teknologi informasi. Namun, kondisi tersebut dapat diantisipasi melalui kesiapsiagaan panitia dan koordinasi yang cepat.
Selain Respons cepat Panitia, kondisi ini yang tidak terduga,bahwa panitia melakukan langkah antisipasi agar gangguan tidak menghambat keseluruhan rangkaian kegiatan. Respons cepat menjadi faktor penting dalam mempertahankan kelancaran pelaksanaan tes.
Dengan ketangguhan persiapan dapat memperlihatkan, bahwa penyelenggaraan kegiatan akademik berskala besar tidak hanya membutuhkan perencanaan normal, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat.
Kesiapsiagaan sebagai Pembelajaran Institusional yang disebabkan kondisi cuaca ekstrem memberikan sebagai pengalaman berharga bagi penyelenggara. Setiap kejadian yang tidak terduga dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem manajemen risiko.
Selain bagi penyelenggara kegiatan akademik sebagai pelajaran dimasa mendatang untuk berhati-hati. Kesiapsiagaan terhadap gangguan listrik, cuaca, jaringan, dan berbagai kemungkinan teknis lainnya perlu menjadi bagian dari perencanaan kegiatan berbasis teknologi.
Apresiasi Ketua PPG FKIP USK Banda Aceh PPG FKIP Universitas Syiah Kuala(USK), yaitu Dr. Yeni Marlina, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut beliau, kelancaran pelaksanaan tes merupakan hasil kerja sama seluruh tim yang mampu menjalankan tugas secara sigap dan profesional meskipun menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Alhamdulillah, meskipun pada tanggal 5–6 Agustus Aceh dilanda cuaca ekstrem yang berdampak pada gangguan listrik akibat pohon tumbang, seluruh panitia tetap sigap dan mampu melakukan langkah antisipasi dengan cepat.”
Selain itu,beliau juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia, proktor, pengawas, serta dukungan pimpinan universitas yang bersama-sama menjaga agar proses seleksi tetap berlangsung sesuai prosedur.
Menurutnya, pengalaman tersebut sekaligus menjadi pembelajaran penting bagi PPG FKIP USK untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan pada penyelenggaraan kegiatan berskala besar di masa mendatang.
Komitmen PPG FKIP USK terhadap seleksi berjanji berkualitas, dan keberhasilan penyelenggaraan Tes Substantif Calon Mahasiswa PPG bagi Calon Guru Tahun 2026 menjadi bukti komitmen PPG FKIP USK dalam menghadirkan proses seleksi yang profesional, akuntabel, dan berkualitas.
Selain itu LPTK, bahwa PPG FKIP USK memiliki tanggung jawab untuk mendukung lahirnya calon guru yang memiliki kompetensi akademik, pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Proses seleksi yang baik menjadi fondasi awal untuk memperoleh calon mahasiswa yang memiliki potensi berkembang menjadi guru profesional dan mampu menjawab tantangan pendidikan pada masa depan.
Membangun Guru Profesional,berarti menyiapkan Program PPG yang memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan guru yang mampu melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran.
Disamping itu juga harus memiliki kemampuan pedagogik, mampu menggunakan teknologi, berkomunikasi secara efektif, serta memiliki karakter dan integritas. Oleh karena itu, proses seleksi calon mahasiswa PPG perlu dilaksanakan secara serius dan bertanggung jawab.
Selanjutnya Peningkatan Mutu Pendidikan Indonesia melalui upaya seleksi calon mahasiswa PPG pada akhirnya diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional. Calon guru yang berkualitas akan menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermutu dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Tes Substantif PPG sebagai Bagian dari Penguatan LPTK selain penyelenggaraan tes dengan jumlah peserta mencapai 1.644 orang juga menunjukkan kapasitas PPG FKIP USK sebagai salah satu LPTK yang dipercaya mendukung pelaksanaan seleksi nasional.
Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab sekaligus peluang bagi FKIP USK untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik, manajemen kegiatan, infrastruktur teknologi, serta kompetensi sumber daya manusia.
Kesimpulan, Pengalaman menyelenggarakan kegiatan dengan jumlah peserta yang besar juga dapat menjadi modal institusional dalam mengembangkan sistem penyelenggaraan pendidikan profesi guru yang semakin efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pelaksanaan Tes Substantif Calon Mahasiswa PPG bagi Calon Guru Tahun 2026 di PPG FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang berlangsung pada tanggal 3–7 Agustus 2026 telah berakhir dengan lancar dan sukses. Sebanyak 1.644 peserta dari berbagai bidang studi mengikuti seleksi yang dilaksanakan dalam 10 sesi di Gedung ICT Universitas Syiah Kuala.

Keberhasilan itu merupakan hasil sinergi antara panitia, proktor, pengawas, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, serta seluruh unsur pendukung. Kehadiran Wakil Rektor Akademik USK Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA. dan Dekan FKIP USK Dr. Amiruddin, S.Pd., M.Si. dalam meninjau pelaksanaan tes semakin memperkuat dukungan institusi terhadap proses seleksi calon mahasiswa PPG.
Tantangan cuaca ekstrem pada tanggal 5–6 Agustus 2026 yang menyebabkan gangguan listrik akibat pohon tumbang tidak menyurutkan semangat penyelenggara. Respons cepat dan koordinasi yang baik mampu menjaga pelaksanaan tes tetap berjalan sesuai prosedur.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa PPG FKIP USK Banda Aceh memiliki kesiapan sumber daya manusia, manajemen, dan sistem penyelenggaraan yang mampu menghadapi kegiatan akademik berskala besar. Lebih dari sekadar menyelesaikan proses seleksi, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mempersiapkan calon guru profesional yang berkualitas dan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
Dengan berakhirnya seluruh sesi ujian, PPG FKIP USK berharap proses seleksi dapat menghasilkan calon mahasiswa PPG terbaik yang memiliki kompetensi, integritas, profesionalisme, serta komitmen kuat untuk mengabdi dalam dunia pendidikan. Selain pengalaman penyelenggaraan ini, diharapkan menjadi dasar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme dalam mendukung program Pendidikan Profesi Guru di Indonesia.




Users Today : 130
Users Yesterday : 319
This Month : 3335
This Year : 60601
Total Users : 65520
Views Today : 1052
Total views : 283119
Who's Online : 3
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!