Dekan FAPERTA Bentuk Tim Khusus, Mahasiswa Pertanian UNIKI Petakan Komoditas Jagung di Kabupaten Bireuen.

Dekan FAPERTA Bentuk Tim Khusus, Mahasiswa Pertanian UNIKI Petakan Komoditas Jagung di Kabupaten Bireuen.
Bireuen, dailyinews.com -

Mahasiswa Pertanian UNIKI Bireuen Turun Langsung ke Desa Bate Raya, bahwa  Mahasiswa Program Studi Ilmu Pertanian, Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA), Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis lapangan di Desa Bate Raya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini difokuskan pada pendataan dan pengamatan langsung terhadap usaha tani serta produksi komoditas jagung yang dikembangkan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi pertanian di tingkat desa sekaligus memahami berbagai aktivitas yang dilakukan petani dalam mengelola usaha taninya.

Pembelajaran lapangan menjadi bagian penting dalam pendidikan tinggi pertanian karena mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus memiliki kemampuan memahami kondisi empiris. Pengetahuan mengenai budidaya, produksi, ekonomi usaha tani, hingga pemasaran hasil pertanian akan menjadi lebih bermakna apabila mahasiswa dapat mengamati penerapannya secara langsung di masyarakat.

Bahwa kegiatan mahasiswa FAPERTA UNIKI Bireuen menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi perkuliahan dengan persoalan nyata sektor pertanian. Selain itu, Dekan FAPERTA UNIKI Bireuen bentuk Tim Khusus untuk evaluasi Tim mahasiswa yang diterjunkan ke Desa Bate Raya merupakan tim yang dibentuk oleh Dekan FAPERTA UNIKI Bireuen, bapak Mizan Maulana, S.P., M.Si.

Namun pembentukan tim khusus ini diarahkan untuk mendukung proses pengumpulan data pertanian secara sistematis. Mahasiswa diberikan tugas untuk melakukan observasi, wawancara, serta pendataan berbagai aspek yang berkaitan dengan usaha tani jagung.

Selain data yang dikumpulkan mencakup beberapa komponen penting, antara lain,luas lahan usaha tani, proses budidaya tanaman jagung, penggunaan benih, penggunaan pupuk dan sarana produksi, kebutuhan tenaga kerja, produktivitas tanaman, biaya usaha tani, hasil produksi, harga dan pemasaran hasil pertanian, dan berbagai kendala yang dihadapi petani.

Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses memperoleh data primer dari lapangan. Data yang dikumpulkan tidak hanya digunakan sebagai bahan pembelajaran, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi bahan kajian akademik.

Pembelajaran Pertanian Berbasis Kondisi Nyata merupakan pembelajaran berbasis lapangan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep pertanian diterapkan oleh masyarakat.

Disamping kegiatan di Desa Bate Raya, juga mahasiswa berinteraksi dengan petani dan mengamati berbagai aktivitas budidaya jagung. Interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bahwa usaha pertanian dipengaruhi oleh banyak faktor.

Menghubungkan Teori dengan Praktik untuk memperkaya pengalaman bagi Mahasiswa pertanian untuk mempelajari berbagai teori mengenai tanaman, tanah, budidaya, produksi, ekonomi pertanian, manajemen usaha tani, dan pemasaran. Namun, penerapan teori di lapangan dapat menghadapi berbagai kondisi yang berbeda.

Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menghubungkan teori dengan kondisi nyata. Mereka harus mampu memahami alasan petani mengambil keputusan tertentu serta menganalisis faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha tani.

Melalui proses ini bahwa pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan memberikan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan profesi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Pendataan Produksi Jagung Menjadi Fokus Kegiatan yang salah satu aspek utama dalam kegiatan ini adalah pengumpulan data mengenai produksi jagung masyarakat Desa Bate Raya.

Mahasiswa melakukan pengamatan terhadap proses budidaya dan menggali informasi dari petani melalui wawancara. Informasi tersebut diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi usaha tani jagung dari tahap awal produksi hingga pemasaran hasil.

Mengidentifikasi Potensi Komoditas Jagung sebagai pendataan produksi yang dapat membantu mahasiswa memahami potensi pengembangan komoditas jagung di tingkat desa. Informasi mengenai luas lahan, produktivitas, biaya produksi, dan pemasaran menjadi komponen penting dalam melakukan analisis usaha tani. Data tersebut juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Mengidentifikasi permasalahan Petani, bahwa selain menggali potensi, mahasiswa juga diarahkan untuk memahami berbagai permasalahan yang dihadapi petani. Namun permasalahan tersebut dapat berkaitan dengan proses produksi, penggunaan sarana pertanian, biaya usaha tani, tenaga kerja, produktivitas, harga hasil pertanian, maupun pemasaran.

Dengan memahami persoalan secara langsung, mahasiswa dapat belajar menyusun analisis yang berdasarkan kondisi empiris, bukan hanya berdasarkan asumsi teoritis.

Dekan FAPERTA,bahwa  Mahasiswa harus memahami Realitas Pertanian, Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa pentingnya kegiatan lapangan dalam membentuk mahasiswa pertanian yang memiliki kemampuan akademik sekaligus memahami kondisi masyarakat.

Selain Mahasiswa pertanian tidak cukup hanya memahami teori di dalam kelas. Mereka juga harus melihat langsung bagaimana petani melakukan budidaya, bagaimana produksi dihitung, apa kendala yang dihadapi, serta bagaimana hasil pertanian dipasarkan. Dari proses tersebut mahasiswa belajar menganalisis persoalan pertanian berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan pertanian membutuhkan keseimbangan antara penguasaan teori dan pengalaman praktis. Selain Mahasiswa diharapkan mampu menjadi calon sarjana pertanian yang memiliki kemampuan mengidentifikasi ma salah, mengumpulkan data, menganalisis informasi, serta menyusun alternatif solusi berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

Mahasiswa Belajar Mengolah Data Pertanian untuk kegiatan pendataan komoditas jagung juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami proses pengelolaan data pertanian.

Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dapat menjadi bahan untuk melakukan analisis usaha tani. Mahasiswa dapat mempelajari hubungan antara input produksi, biaya, produktivitas, penerimaan, dan pendapatan petani.

Data sebagai Dasar Analisis Usaha Tani sebagai bahan kajian pertanian, data menjadi komponen penting untuk mengetahui kondisi suatu usaha tani. Data yang akurat memungkinkan mahasiswa melakukan analisis secara lebih objektif.

Melalui kegiatan lapangan, mahasiswa belajar proses penelitian tidak dimulai ketika menulis laporan, tetapi sejak menentukan informasi yang diperlukan, menyusun instrumen pengumpulan data, melakukan wawancara, mencatat hasil observasi, hingga mengolah informasi yang diperoleh.

Selain pengalaman menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam melaksanakan penelitian akademik maupun tugas akhir. Memperkuat Kompetensi Mahasiswa Pertanian untuk kegiatan pembelajaran lapangan yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan berbagai kompetensi mahasiswa.

Disamping kompetensi teknis, maka mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dalam kemampuan Observasi selain Mahasiswa belajar mengamati proses produksi pertanian secara langsung dan mencatat kondisi yang relevan dengan tujuan kegiatan.

Kemampuan Komunikasi, bahwa Interaksi dengan petani untuk melatih mahasiswa dan menyampaikan pertanyaan secara baik serta membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.

Kemampuan Analisis, bahwa Data yang diperoleh dari lapangan dapat digunakan untuk menganalisis kondisi usaha tani dan mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhinya.

Kemampuan Pemecahan Masalah, bahwa Mahasiswa belajar mengenali persoalan pertanian berdasarkan kondisi nyata dan mempertimbangkan berbagai alternatif penyelesaian. Selain kompetensi itu menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Membangun hubungan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat, bahwa kegiatan di Desa Bate Raya yang juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat petani.

Namun Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Interaksi mahasiswa dengan petani dapat menjadi pintu masuk untuk memahami kebutuhan masyarakat secara lebih dekat.

Peluang untuk Penelitian dan Pengabdian masyarakat, bahwa Data hasil kegiatan lapangan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi bahan penelitian mahasiswa maupun dosen. Berbagai topik potensial dapat dikaji, seperti produktivitas jagung, efisiensi usaha tani, biaya produksi, pemasaran, penggunaan sarana produksi, dan strategi peningkatan pendapatan petani.

Selain itu, permasalahan yang ditemukan dapat menjadi dasar penyusunan program pengabdian kepada masyarakat yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran lapangan dapat menjadi bagian dari rangkaian pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendidikan Pertanian yang Kontekstual, Fakultas FAPERTA UNIKI Bireuen terus mendorong penerapan pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Pendekatan tersebut penting agar lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu memahami persoalan pertanian secara menyeluruh.

Disamping pembelajaran kontekstual, bahwa memungkinkan mahasiswa melihat hubungan antara ilmu yang dipelajari dengan kehidupan masyarakat.Dalam konteks pembangunan pertanian, pendekatan ini menjadi semakin penting karena persoalan pertanian terus berkembang seiring perubahan teknologi, ekonomi, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.

Potensi Pengembangan Komoditas Jagung di Kabupaten Bireuen, karena pendataan komoditas jagung di Desa Bate Raya yang juga memberikan gambaran awal mengenai pentingnya pengembangan basis data pertanian di tingkat desa.

Informasi mengenai kondisi produksi dan usaha tani dapat membantu memahami potensi komoditas jagung sekaligus aspek yang masih membutuhkan perhatian.Selain data yang dikumpulkan secara sistematis dapat menjadi bahan awal untuk melakukan kajian lebih mendalam mengenai pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Bireuen.

Perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra akademik dalam menghasilkan kajian berbasis data serta mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Komitmen Fakultas FAPERTA UNIKI Bireuen mencetak Sarjana Pertanian yang Unggul, kegiatan lapangan untuk memperlihatkan komitmen FAPERTA UNIKI dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi sumber daya manusia pertanian yang kompeten.

Calon sarjana pertanian tidak hanya membutuhkan kemampuan memahami teori, tetapi juga harus memiliki keterampilan melakukan observasi, berkomunikasi dengan masyarakat, mengolah data, menganalisis permasalahan, serta menyusun rekomendasi berdasarkan bukti.

Kemampuan tersebut akan sangat dibutuhkan ketika mahasiswa memasuki dunia profesional sebagai peneliti, penyuluh pertanian, akademisi, pengusaha agribisnis, konsultan, maupun tenaga profesional pada berbagai bidang pembangunan pertanian.

Kesimpula, bahwa kegiatan mahasiswa Program Studi Ilmu Pertanian FAPERTA UNIKI dalam memetakan dan mendata komoditas jagung di Desa Bate Raya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, merupakan bentuk nyata penerapan pembelajaran berbasis lapangan dan pengalaman.

Pembentukan tim khusus oleh Dekan FAPERTA UNIKI, bapak Mizan Maulana, S.P., M.Si., sebagai Dekan FAPERTA UNIKI Bireuen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengumpulan data mengenai budidaya, luas lahan, sarana produksi, produktivitas, biaya usaha tani, hingga pemasaran hasil jagung.

Kegiatan tersebut memberikan manfaat ganda. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memperkuat kemampuan observasi, komunikasi, pengumpulan data, analisis usaha tani, dan pemecahan masalah. Bagi perguruan tinggi, data lapangan dapat menjadi bahan awal untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain kegiatan itu dapat memperkuat hubungan antara FAPERTA UNIKI dan masyarakat petani serta menunjukkan bahwa pendidikan tinggi pertanian perlu terus diarahkan pada persoalan nyata di lapangan.

Melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis data, FAPERTA UNIKI berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis, daya analisis, kepedulian sosial, keterampilan komunikasi, dan komitmen terhadap pembangunan pertanian daerah.

Kegiatan pemetaan komoditas jagung di Bate Raya menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan generasi sarjana pertanian yang mampu membaca potensi daerah, memahami persoalan petani, dan berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan pertanian Kabupaten Bireuen dan Aceh yang produktif, inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Support Kami dengan share artikel ini !

Shares

Tinggalkan Jejak dengan berkomentar

Belum ada komentar. jadilah yang pertama!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *