Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Hagu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa lintas program studi.
Monev dilaksanakan untuk melihat perkembangan program kerja mahasiswa sekaligus memastikan kegiatan KKM memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program yang dijalankan mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Integrasi Penguatan UMKM, Inovasi Pakan Ternak, Gerakan Hidup Sehat, Literasi Akuntansi, dan Digitalisasi Desa Berbasis Potensi Lokal di Desa Hagu Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya.”
Tema ini menunjukkan pendekatan KKM yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dengan kebutuhan masyarakat desa.
Monev menjadi Instrumen Evaluasi Program KKM Uniki, disamping Kegiatan monitoring dan evaluasi memiliki posisi penting dalam memastikan pelaksanaan KKM berjalan sesuai dengan perencanaan.
Dalam kegiatan munev ini, hadir Pemunev bapak Dr. Khairul Aswadi, S.E., M.Si., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIKI Bireuen. Kehadiran pemonev menjadi bagian dari proses evaluasi terhadap program yang telah dirancang dan dilaksanakan mahasiswa selama berada di lokasi KKM di Desa Hagu.
Evaluasi pelaksanaan Program Mahasiswa melalui Monev, agar berbagai kegiatan mahasiswa dapat dievaluasi dari aspek perencanaan, pelaksanaan, keterlibatan masyarakat, kebermanfaatan program, serta potensi keberlanjutannya.
Namun Evaluasi ini penting agar program KKM tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa penugasan. Sebaliknya, kegiatan diharapkan dapat meninggalkan pengetahuan, keterampilan, dan model kegiatan yang masih dapat dimanfaatkan masyarakat setelah program berakhir.
DPL Mendorong KKM yang Unggul dan berdampak, selain kegiatan KKM di Desa Hagu ini didampingi oleh ibuk Murni, S.E.,M.Si. selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Selain ini, bahwa Ibuk Murni juga menjabat sebagai Wakil Dekan FEB UNIKI Blang Bladeh Bireuen.
Sebelum pelaksanaan Monev dimulai, bahwa DPL telah hadir untuk memberikan pendampingan kepada mahasiswa selama menjalankan program KKM. Pendampingan ini diarahkan agar mahasiswa mampu menyusun dan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Program KKM Uniki Bireuen harus memberikan manfaat bagi masyarakat, maka DPL menekankan pentingnya mahasiswa menjadikan KKM menjadi pengalaman sebagai kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan program kerja, tetapi juga harus mampu mengidentifikasi persoalan, memahami potensi desa, berkomunikasi dengan masyarakat, dan menghasilkan kegiatan yang memberikan dampak positif. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat yang sebagai salah satu bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
Kehadiran tim Monev UNIKI Bireuen disambut oleh Geuchik Desa Hagu, bapak Masykur. Dalam sambutan ini menunjukkan adanya komunikasi dan hubungan kerja sama antara perguruan tinggi dengan pemerintah serta masyarakat desa.
Kolaborasi ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan program KKM. Pemerintah desa memiliki pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat, sedangkan mahasiswa membawa pengetahuan dan gagasan yang diperoleh dari lingkungan akademik. Sinergi keduanya dapat menghasilkan program pemberdayaan yang lebih sesuai dengan kondisi lokal.
Program KKM di Desa Hagu melibatkan sembilan mahasiswa dari berbagai bidang program study dan keilmuan di lingkungan UNIKI Bireuen. Mahasiswa yang terlibat berasal dari beberapa program studi, antara lain Pendidikan Jasmani (Penjas), Manajemen, Hukum, Peternakan, dan Akuntansi. Keberagaman latar belakang akademik tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan program.
Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu, bahwa Mahasiswa dari Program Studi Penjas dapat berkontribusi dalam program gerakan hidup sehat dan aktivitas fisik masyarakat. Mahasiswa Manajemen dapat memberikan kontribusi dalam penguatan UMKM, sementara mahasiswa Akuntansi dapat mendukung literasi pengelolaan keuangan.
Selain itu, mahasiswa Peternakan dapat berkontribusi dalam program inovasi pakan ternak, sedangkan mahasiswa Hukum dapat membantu memberikan pemahaman yang berkaitan dengan aspek hukum dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan lintas disiplin tersebut, program KKM menjadi lebih komprehensif dan mampu menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat.
Integrasi Program Berbasis Potensi Lokal di Desa Hagu, sebagai salah satu karakter utama program KKM UNIKI Bireuen yang merupakan integrasi berbagai kegiatan berdasarkan potensi lokal.
Namun Program penguatan UMKM yang diarahkan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya pengelolaan usaha, pengembangan produk, pemasaran, dan peningkatan daya saing.
Selain UMKM memiliki posisi penting dalam perekonomian masyarakat desa sehingga peningkatan kapasitas pelaku usaha dapat memberikan dampak terhadap kemandirian ekonomi masyarakat.
Inovasi bidang peternakan juga menjadi salah satu fokus kegiatan. Mahasiswa berupaya memperkenalkan pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari inovasi pakan ternak.Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan desa.
Program gerakan hidup sehat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat.Keterlibatan mahasiswa bidang pendidikan jasmani dapat memperkuat kegiatan melalui aktivitas olahraga dan edukasi kesehatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Selain bidang ekonomi dan kesehatan, program KKM juga memberikan perhatian terhadap literasi akuntansi dan digitalisasi desa. Selain Literasi akuntansi penting bagi masyarakat dan pelaku UMKM agar mampu memahami pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan, serta pemisahan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi.
Sementara ini, bahwa digitalisasi desa diarahkan untuk mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan, promosi potensi desa, penyebaran informasi, serta pengembangan ekonomi masyarakat.
Membangun Masyarakat yang Adaptif terhadap Teknologi digital menjadi semakin penting dalam kehidupan masyarakat. Desa ini memiliki peluang untuk menggunakan teknologi sebagai sarana memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Oleh Karena itu, bahwa digitalisasi tidak hanya dipahami sebagai penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga sebagai upaya membangun kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi dan teknologi secara produktif.
Pelaksanaan KKM di Desa Hagu merupakan salah satu bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus UNIKI Bireuen, sementara masyarakat memperoleh pendampingan dan gagasan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan lokal. Melalui kegiatan ini, bahwa hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat semakin diperkuat.

Monev di Desa Hagu diharapkan tidak hanya menghasilkan penilaian terhadap program mahasiswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan KKM pada masa mendatang.
Program yang baik adalah program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, melibatkan masyarakat secara aktif, memiliki manfaat yang jelas, serta memiliki peluang untuk dilanjutkan setelah mahasiswa kembali ke kampus. Dengan dukungan DPL, pemonev, pemerintah desa, dan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan KKM secara profesional dan bertanggung jawab.




Users Today : 12
Users Yesterday : 346
This Month : 10255
This Year : 67521
Total Users : 72440
Views Today : 38
Total views : 328238
Who's Online : 3
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!