Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Aceh kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Uji Kelayakan Dan Kepatutan(UKK) bagi pengurus dan pengawas Usaha Simpan Pinjam Koperasi(USP) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola koperasi di Provinsi Aceh.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat sistem pengawasan, transparansi, serta profesionalisme pengelolaan koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam dan koperasi berbasis syariah. Yudisium Gelombang VIII Presiden Siapkan Kado Kitab Suci Kapitalisme Bintang Muda Indonesia
Acara tersebut hadir Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh yang diwakili oleh Kabid Pengawas Dan Pemeriksaan, bapak Aswar,S.Hut.,.MAP bahwa kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri berbagai unsur penting dari lingkungan koperasi Aceh.
Selain itu, pada acara tersebut juga,hadir Fungsional Pengawas Koperasi, Bapak Teby Maulana Syafrizal, SE, serta Fungsional Analis Kebijakan, Ibuk Fariana,ST.,M.M selaku panitia pelaksana kegiatan. Selain itu, hadir pula seluruh pegawai Dinas Koperasi Aceh dan 8(delapan) koperasi dari berbagai Kabupaten/Kota yang binaan Provinsi Aceh, termasuk Koperasi Konsumen Mitra Kebangsaan Syariah Blang Bladeh Uniki Bireuen
Selanjutnya, pembukaan sosialisasi dibuka oleh Oleh Kepala Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Menengah Aceh, yang diwakili oleh Kabid Pengawas dan Pemeriksaan, bahwa bapak Aswar, S.Hut., MAP., menyampaikan, bahwa koperasi memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Selain beliau menegaskan bahwa Uji Kelayakan dan Kepatutan(UKK) bagi pengurus dan pengawas koperasi merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa setiap pengurus memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial dalam menjalankan usaha koperasi, khususnya usaha simpan pinjam.
Disamping itu, menurutnya, koperasi yang sehat harus mampu menjaga kepercayaan anggota melalui tata kelola yang baik, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Pentingnya pengawasan koperasi, bapak Aswar, S.Hut., MAP., juga menjelaskan bahwa pengawasan koperasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan usaha koperasi di tengah perkembangan ekonomi modern.
Pengawasan yang baik bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi, mengurangi risiko penyimpangan, menjaga kesehatan usaha simpan pinjam, dan melindungi kepentingan anggota koperasi
Sosialisasi Uji Kelayakan dan Kepatutan(UKK) bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus, dan pengawas kegiatan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus koperasi terhadap pentingnya tata kelola usaha yang profesional dan sesuai regulasi.
Selain pengurus dan pengawas koperasi diharapkan memiliki kompetensi manajemen usaha, pemahaman regulasi koperasi, integritas dan tanggung jawab, dan kemampuan pengelolaan keuangan.
Namun dengan memperkuat tata kelola koperasi melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi Aceh berharap koperasi di Aceh semakin berkembang dengan sistem tata kelola yang sehat dan berdaya saing tinggi.
Materi sosialisasi yang disampaikan untuk pemahaman mengenai regulasi koperasi dan peserta sosialisasi mendapatkan penjelasan mengenai berbagai regulasi atau aturan terkait pengelolaan koperasi dan usaha simpan pinjam.
Selain materi yang dibahas meliputi prinsip pengelolaan koperasi, tanggung jawab pengurus, sistem pengawasan koperasi, dan ketentuan usaha simpan pinjam
Penguatan transparansi dan akuntabilitas fungsional pengawas koperasi, Teby Maulana Syafrizal, SE menyampaikan, bahwa pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi agar mampu meningkatkan kepercayaan anggota.
Beliau juga menjelaskan bahwa koperasi harus mampu menjalankan prinsip keterbukaan dalam pengelolaan administrasi dan keuangan.
Peran panitia pelaksana dalam kegiatan koordinasi pelaksanaan, menurut Fariana, ST., M.M selaku panitia pelaksana menjelaskan, bahwa sosialisasi kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan koperasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Koperasi Aceh.
Selain mendorong koperasi lebih profesional kegiatan sosialisasi dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia koperasi, sehingga mampu menghadapi tantangan perkembangan ekonomi dan teknologi.
Kehadiran delapan koperasi binaan Provinsi Aceh merupakan partisipasi koperasi yang binaan sebanyak 8(delapan) koperasi yang hadir untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Selain koperasi binaan ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan Koperasi di Aceh.

Salah satu koperasi yang turut hadir diantara 8(Delapan) koperasi lain termasuk Koperasi Konsumen Mitra Kebangsaan Syariah Blang Bladeh Uniki Bireuen yang aktif dalam pengembangan koperasi berbasis syariah.
Kehadiran koperasi tersebut menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan juga memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.
Pentingnya usaha simpan pinjam(USP) koperasi untuk membantu ekonomi masyarakat usaha simpan pinjam, koperasi ini memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.
Selain itu, upaya meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi yang sehat mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada anggota melalui pelayanan keuangan yang baik.
Tantangan koperasi diera modern, persaingan ekonomi dan perkembangan teknologi dan ekonomi digital menjadi tantangan baru bagi koperasi untuk terus beradaptasi.
Peningkatan Sdm koperasi adalah sumber daya manusia koperasi yang harus terus ditingkatkan agar mampu mengelola usaha secara profesional dan modern.
Peran pemerintah dalam pengembangan koperasi, bahwa pembinaan koperasi terus berkelanjutan untuk dibantu oleh pemerintah selain terus melakukan pembinaan, pengawasan, dan pelatihan kepada koperasi, guna meningkatkan kualitas pengelolaan usaha.
Selain mendorong koperasi berdaya saing koperasi dan diharapkan mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi masyarakat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Disamping koperasi Aceh, sangat berharap bahwa koperasi harus semakin berkembang dengan adanya pelaksanaan sosialisasi ini, maka koperasi di Aceh dapat semakin maju dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi anggota.
Hal ini, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, bahwa koperasi dilaksanakan secara profesional dan transparan dan akan semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong.
Kesimpulan, sosialisasi uji kelayakan dan kepatutan(UKK) bagi pengurus dan pengawas untuk usaha simpan pinjam(USP) koperasi yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UKM Aceh menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola koperasi di Aceh. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus koperasi sekaligus memperkuat sistem pengawasan usaha simpan pinjam agar berjalan sehat dan profesional.
Dengan dukungan pemerintah, pengurus dan pengawas koperasi, dan seluruh pihak terkait, koperasi di Aceh diharapkan mampu berkembang lebih maju, transparan, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan anggota secara berkelanjutan.

Leave a Reply