Dekan FAPERTA UNIKI Bireuen Berikan Reward kepada Mahasiswa Berprestasi dan Peraih IPK Tertinggi

Dekan FAPERTA UNIKI Bireuen Berikan Reward kepada Mahasiswa Berprestasi dan Peraih IPK Tertinggi
Bireuen, dailyinews.com -

Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya prestasi di kalangan mahasiswa. Momentum yudisium ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan akademik.

Selain itu juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang menunjukkan capaian akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi, publikasi ilmiah, serta berbagai karya inovatif.

Dalam momentum ini, FAPERTA UNIKI memberikan reward kepada mahasiswa berprestasi dan mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi dan sekaligus memotivasi agar mahasiswa terus mengembangkan potensi selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Namun pemberian reward kepada mahasiswa berprestasi merupakan bagian dari upaya FAPERTA UNIKI membangun lingkungan akademik yang mendorong budaya mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai, tetapi juga aktif menghasilkan karya dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Yudisium memiliki makna penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. Selain menjadi proses akademik yang menandai penyelesaian studi, kegiatan ini juga dapat menjadi momentum apresiasi untuk melihat kembali berbagai proses, pengalaman, dan capaian yang telah diperoleh mahasiswa selama berada di lingkungan kampus.

Namun prestasi mahasiswa dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, mulai dari penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi kemahasiswaan, konferensi ilmiah, publikasi, penulisan buku, hingga kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur berdasarkan nilai akademik, tetapi juga melalui kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Salah satu mahasiswa yang mendapatkan perhatian dalam momentum ini adalah Sarah Nadia, S.P tunjukkan prestasi multidemensi. Selama masa studinya di FAPERTA UNIKI Bireuen, Sarah aktif dalam berbagai kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi, serta pengembangan karya ilmiah.

Kiprah Sarah menunjukkan bahwa mahasiswa dapat membangun rekam jejak prestasi sejak berada di bangku kuliah melalui keterlibatan dalam berbagai program akademik dan kompetitif.

Pada tahun 2023, Sarah Nadia aktif dalam Program Hibah dia dipercaya menjadi anggota tim mahasiswa dalam Hibah Penelitian Dosen serta anggota tim mahasiswa dalam Hibah PKM Dosen.

Selain keterlibatan dia dan kemudian semakin berkembang pada tahun 2024. Sarah dipercaya sebagai Ketua Tim Lapangan Hibah Penelitian Dosen Pemula(PDP) 2024, sekaligus menjadi anggota mahasiswa dalam tim PKM Dosen 2024.

Pada tahun 2025, Sarah kembali diberikan kepercayaan bahwa dia menjadi Ketua Tim Lapangan Hibah PDP 2025. Selain itu, Sarah juga tampil sebagai Presenter pada International Conference ICEAS 2025, dia dipercaya sebagai Ketua PPK Ormawa 2025, serta menjadi Ketua Hibah PKM Mahasiswa Berdampak 2025.

Phenomena pengalaman ini memperlihatkan keterlibatan Sarah dalam berbagai kegiatan yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan penelitian, pengabdian, kepemimpinan, dan pengembangan masyarakat.

Prestasi Sarah Nadia tidak hanya terlihat dari keterlibatannya dalam program dan kegiatan akademik. Ia juga berhasil menghasilkan sejumlah karya menghasilkan Buku, Publikasi dan HKI yang memiliki nilai akademik dan intelektual.

Selain itu juga Sarah telah menghasilkan dua buku, yaitu “Desa Hijau Toga: Kolaborasi Ilmu dan Iman” dan “Pertanian Produktif di Kawasan Pesisir.”

Kedua karya ini menunjukkan upaya mahasiswa dalam mendokumentasikan pengetahuan dan pengalaman yang berkaitan dengan lingkungan, pertanian, serta pengembangan masyarakat.

Disamping itu publikasi ilmiah, bahwa Sarah juga telah menghasilkan satu artikel internasional sebagai penulis utama dan satu artikel pada jurnal SINTA 2 sebagai anggota penulis.

Capaian publikasi ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik karena menunjukkan kemampuan untuk mengembangkan gagasan menjadi karya ilmiah yang dapat dipublikasikan.

Selain publikasi, Sarah juga telah memiliki tiga Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dengan demikian, aktivitas akademiknya tidak berhenti pada proses pembelajaran di kelas, tetapi berkembang menjadi karya yang terdokumentasi dan memiliki nilai intelektual.

Selain memberikan apresiasi kepada mahasiswa dengan prestasi multidimensi, FAPERTA UNIKI Bireuen juga memberikan perhatian terhadap capaian akademik bagi mahasiswa.

Selain Program Studi Ilmu Pertanian, bahwa mahasiswa Marsyaif Syakbani berhasil meraih IPK 3,97. Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi akademik tertinggi dalam momentum yudisium FAPERTA UNIKI.

Prestasi Akademik menjadi Bukti Konsistensi Belajar,bahwa IPK merupakan salah satu indikator capaian akademik mahasiswa selama mengikuti proses pendidikan. Perolehan IPK 3,97 menunjukkan capaian akademik yang sangat tinggi dan mencerminkan konsistensi mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai proses pembelajaran.

Disamping itu, capaian Marsyaif menjadi salah satu contoh bahwa ketekunan dalam mengikuti kegiatan akademik merupakan bagian penting dari keberhasilan mahasiswa di perguruan tinggi.

Selaian dari Program Studi Peternakan, bahwa capaian IPK tertinggi diraih oleh Namira Prathami dengan IPK 3,87. Prestasi ini menjadi bagian dari apresiasi FAPERTA UNIKI terhadap mahasiswa yang mampu menunjukkan capaian akademik yang membanggakan selama menjalani proses pendidikan.

Tiga Mahasiswa dengan Karakter Prestasi Berbeda terutama Sarah Nadia, Marsyaif Syakbani, dan Namira Prathami yang menunjukkan bentuk capaian yang berbeda namun saling melengkapi.

Sarah Nadia menonjol melalui keterlibatan dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi, konferensi internasional, publikasi ilmiah, buku, dan HKI. Sementara Marsyaif Syakbani menunjukkan capaian akademik melalui IPK 3,97. Namira Prathami juga memperlihatkan prestasi akademik dengan meraih IPK 3,87 dari Program Studi Peternakan.

Keragaman prestasi ini memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki berbagai ruang untuk mengembangkan potensi sesuai dengan bidang dan kompetensinya.

Dekan Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah memberikan kontribusi positif bagi fakultas.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya dapat dilihat dari pencapaian nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan karya, berorganisasi, melakukan penelitian, mengabdi kepada masyarakat, serta memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata.

Kami ingin mahasiswa Faperta Uniki Bireuen bukan hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga lulus dengan karya, pengalaman, prestasi, dan kontribusi. IPK tinggi adalah sebuah capaian yang membanggakan, tetapi karya dan kebermanfaatan bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang mahasiswa.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa arah pengembangan mahasiswa FAPERTA UNIKI yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi, kreativitas, kepemimpinan, produktivitas, dan kebermanfaatan social. Dekan FAPERTA UNIKI juga menyampaikan bahwa fakultas akan terus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berkembang melalui berbagai kegiatan.

Pengembangan mahasiswa dilakukan melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan publikasi, disamping organisasi kemahasiswaan, kewirausahaan, publikasi ilmiah, serta berbagai program kompetitif lainnya.

Ruang pengembangan ini penting untuk mempertemukan teori yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Mahasiswa pertanian dan peternakan pada era saat ini membutuhkan kompetensi yang lebih luas untuk dunia nyata. Selain penguasaan ilmu pengetahuan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, inovasi, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.

Oleh karena itu, bahwa pengalaman dalam penelitian, pengabdian, organisasi, publikasi, dan kegiatan kompetitif dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa. Capaian Sarah Nadia, Marsyaif Syakbani, dan Namira Prathami diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa berikutnya di FAPERTA UNIKI Bireuen lainnya.

Prestasi ini memperlihatkan bahwa keberhasilan di perguruan tinggi dapat dibangun melalui berbagai jalur. Ada mahasiswa yang unggul melalui capaian IPK, sementara mahasiswa lainnya dapat mengembangkan prestasi melalui penelitian, organisasi, publikasi, konferensi, karya buku, pengabdian, maupun inovasi.

Dengan memberikan apresiasi terhadap berbagai bentuk prestasi tersebut, bahwa budaya akademik di lingkungan FAPERTA UNIKI Bireuen diharapkan semakin terus  berkembang.

Support Kami dengan share artikel ini !

Shares

Tinggalkan Jejak dengan berkomentar

Belum ada komentar. jadilah yang pertama!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *