Dekan Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, bapak Mizan Maulana, S.P., M.Si., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Permainan Tradisional di Desa Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.
Kegiatan yang digagas mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum (HIMIHUM) UNIKI Bireuen yang menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Namun Festival permainan tradisional ini diinisiasi oleh Dian Eriani, S.H., M.H. dan Taufiq Imam Harahap, S.H., M.H. Kegiatan dirancang sebagai ruang interaksi masyarakat dan mahasiswa melalui berbagai aktivitas permainan tradisional yang sarat dengan nilai kebersamaan, sportivitas, gotong royong, kreativitas, dan kepedulian terhadap warisan budaya daerah.
Bagi UNIKI, kegiatan ini memiliki nilai strategis karena menunjukkan bahwa peran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik. Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mengembangkan potensi masyarakat, menjaga kebudayaan lokal, serta menciptakan kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan.
Selain permainan tradisional ini yang merupakan salah satu bagian penting dari kekayaan budaya masyarakat Aceh. Sebelum perkembangan teknologi digital dan permainan berbasis gawai atau gadged(Alat canggih) semakin dominan, berbagai permainan tradisional menjadi sarana utama anak-anak dan masyarakat untuk berinteraksi, bersosialisasi, serta mengembangkan kemampuan fisik dan mental.
Namun, perubahan pola kehidupan masyarakat membuat sebagian permainan tradisional semakin jarang dimainkan. Anak-anak dan generasi muda kini lebih banyak mengenal permainan digital yang dapat dimainkan secara individual. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting mengapa kegiatan pelestarian permainan tradisional perlu terus dilakukan.
Festival di Desa Bale Panah menjadi salah satu bentuk nyata upaya memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, terutama generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan unsur hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional.
Dalam permainan tradisional, peserta belajar bekerja sama, menghormati aturan, menerima kemenangan dan kekalahan secara sportif, serta berkomunikasi dengan anggota kelompok. Nilai-nilai tersebut relevan dengan pembentukan karakter generasi muda.
Disamping pelestarian permainan tradisional bukan sekadar mempertahankan bentuk permainan dari masa lalu, tetapi juga mempertahankan nilai sosial dan pendidikan yang terkandung di dalamnya.
Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap Kreativitas Mahasiswa yang berinisiatif menyelenggarakan kegiatan sosial dan budaya di tengah masyarakat.
Selain mahasiswa mempunyai posisi strategis sebagai generasi intelektual yang dapat menjadi penggerak perubahan. Ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi diharapkan tidak hanya digunakan untuk kepentingan akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa ini. Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari budaya dan identitas masyarakat yang perlu terus dilestarikan. Mahasiswa memiliki peran penting untuk menjadi penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat,” ujar Mizan.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi sarana pembelajaran sosial. Mahasiswa belajar bagaimana menyusun program, berkomunikasi dengan masyarakat, bekerja dalam tim, mengelola kegiatan, serta mengevaluasi hasil kegiatan.
Disamping mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengimplementasikan kemampuan organisasi dan komunikasi. Mereka juga belajar memahami kebutuhan masyarakat serta merancang kegiatan yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Pengalaman semacam ini penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kemampuan sosial dan kepemimpinan.
Festival Permainan Tradisional di Desa Bale Panah dan pada kesempatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III UNIKI Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Kamaruddin, S.Pd., M.M., CRP., CFRM.
Selain kehadiran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas mahasiswa UNIKI dalam melaksanakan kegiatan yang berorientasi pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Bale Panah menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara UNIKI dan masyarakat. Interaksi yang terbangun melalui kegiatan sosial dan budaya dapat membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang lainnya.
Perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra masyarakat dalam pengembangan pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Sementara mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami kehidupan masyarakat secara lebih dekat sehingga memiliki perspektif yang lebih luas dalam melihat persoalan pembangunan daerah.
Festival itu semakin semarak dengan kehadiran para kontestan Agam Inong Bireuen 2026. Kehadiran mereka memberikan nuansa tersendiri sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya promosi budaya dan pengembangan potensi generasi muda Kabupaten Bireuen.
Keterlibatan generasi muda dari berbagai bidang dalam kegiatan budaya menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan partisipasi bersama. Budaya akan tetap hidup apabila generasi muda diberikan ruang untuk mengenal, mempraktikkan, mengembangkan, dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan budaya lokal. Mereka dapat mengemas kebudayaan dengan pendekatan kreatif sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat masa kini.
Permainan tradisional dapat dikembangkan melalui festival, kegiatan pendidikan, kompetisi, konten digital, maupun kegiatan komunitas. Dengan pendekatan itu bahwa budaya lokal tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi dapat berkembang sebagai bagian dari kehidupan generasi sekarang.
Keterlibatan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum (HIMIHUM) UNIKI menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa memiliki potensi besar dalam mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Organisasi kemahasiswaan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, manajemen kegiatan, komunikasi publik, kerja sama tim, dan penyelesaian masalah.
Kegiatan Festival Permainan Tradisional juga menunjukkan bahwa mahasiswa dari bidang ilmu hukum dapat mengambil peran dalam kegiatan sosial dan kebudayaan. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi mahasiswa dapat diterapkan secara lintas bidang dalam kehidupan bermasyarakat.
Secara akademik, kegiatan semacam ini juga memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari aspek pendidikan, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Dari aspek penelitian, kegiatan budaya dapat menjadi sumber data dan objek kajian mengenai keberadaan permainan tradisional serta perubahan sosial masyarakat. Sementara dari aspek pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa secara langsung berkontribusi melalui penyelenggaraan kegiatan yang bermanfaat bagi warga.
Permainan tradisional memiliki berbagai nilai pendidikan yang dapat mendukung pembentukan karakter. Nilai itu antara lain kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, keberanian, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi.
Ketika permainan dilakukan secara berkelompok, peserta dituntut untuk memahami aturan dan menghargai anggota kelompok lainnya. Kondisi ini dapat menjadi media pembelajaran karakter yang bersifat praktis dan menyenangkan. Sportivitas merupakan salah satu nilai utama dalam permainan. Peserta belajar menerima hasil permainan dengan sikap positif, baik ketika menang maupun kalah.

Sementara gotong royong muncul melalui kebutuhan untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan kelompok. Nilai tersebut sangat penting dalam kehidupan masyarakat karena pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Proses perencanaan kegiatan melatih mahasiswa menyusun konsep, membagi tugas, mengatur waktu, berkomunikasi dengan pihak terkait, dan menyelesaikan berbagai persoalan teknis. Pengalaman itu menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan profesional setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
UNIKI melalui sivitas akademika dan organisasi mahasiswa dapat terus mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bentuknya dapat berupa festival budaya, edukasi masyarakat, pelatihan, penelitian, pendampingan UMKM, pengembangan pertanian, maupun kegiatan pemberdayaan lainnya.
Sinergi tersebut akan memberikan manfaat dua arah. Masyarakat memperoleh dukungan dan pengetahuan dari perguruan tinggi, sedangkan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu dan keterampilan.





Users Today : 141
Users Yesterday : 414
This Month : 6429
This Year : 63695
Total Users : 68614
Views Today : 993
Total views : 300156
Who's Online : 3
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!