Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Kabupaten Bireuen mulai melaksanakan aktivitas kerja perdana Selasa, 6 Oktober 2026, setelah sebelumnya para anggota dan pengurus MPA Kabupaten Bireuen dilantik pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertempat di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen.
Kehadiran para anggota MPA Kabupaten Bireuen di kantor sekretariat pada hari perdana kerja ini menjadi momentum penting untuk memulai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kelembagaan. Agenda utama yang dibahas adalah penyusunan dan pemantapan program kerja MPA Kabupaten Bireuen untuk periode 2026–2031.
Pembahasan diarahkan pada sejumlah dokumen strategis kelembagaan, meliputi visi, misi, Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) lima tahun, serta Rencana Pembangunan Jangka Pendek/Rencana Kerja tahunan (RPJ) satu tahun.
Pembahasan visi dan misi menjadi bagian awal yang sangat penting dalam membangun arah kebijakan Pendidikan kerja MPA Kabupaten Bireuen selama periode kepengurusan 2026–2031.
Visi berfungsi sebagai arah jangka menengah yang menjadi landasan bagi seluruh program dan kegiatan MPA. Sementara itu, misi menjadi penjabaran strategis yang menggambarkan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut.
Dengan demikian, pembahasan visi dan misi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan kebijakan, rekomendasi, pengawasan, penelitian, penjaminan mutu, serta pengembangan pendidikan di Kabupaten Bireuen. Selain visi dan misi, pengurus MPA Kabupaten Bireuen juga membahas Renstra dan Renja sebagai instrumen perencanaan kelembagaan.
Renstra diarahkan sebagai dokumen strategis untuk menggambarkan program dan sasaran MPA dalam jangka menengah lima tahun. Sementara Renja menjadi instrumen yang lebih operasional untuk menerjemahkan strategi tersebut ke dalam program kerja tahunan. Melalui penyusunan kedua dokumen ini, diharapkan setiap kegiatan MPA memiliki tujuan, sasaran, indikator, serta arah pelaksanaan yang jelas dan terukur.
Dalam pembahasan program kerja ini dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota MPA Kabupaten Bireuen, yang terdiri; Dr. Diana, M.A., Ketua MPA Kabupaten Bireuen, Dr. Dhiauddin, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Dasar, Menengah, Dayah, Pendidikan Luar Biasa, Kurikulum, Evaluasi, dan Supervisi Pendidikan. M. Usdami, S.E., M.M., Wakil Ketua Bidang Penelitian, Penjaminan Mutu, dan Pendidikan Luar Sekolah.
Ketiga unsur ini memiliki peran strategis dalam mengarahkan kebijakan dan memastikan program MPA berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi kelembagaan.
Selain ada bidang pendidikan dasar, menengah, dayah, dan pendidikan luar biasa menjadi salah satu bagian penting dalam struktur MPA Kabupaten Bireuen. Komisi ini terdiri;Salman, S.T., Ketua Komisi Pendidikan Dasar, Menengah, Dayah dan Luar Biasa. Syarifuddin Daud, S.Pd., Anggota Komisi Pendidikan Dasar, Menengah, Dayah dan Luar Biasa.
Komisi ini diharapkan dapat memberikan perhatian terhadap pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan pada berbagai jenjang, termasuk pendidikan dayah dan pendidikan luar biasa.
Sementara komisi ini ada Kurikulum, Evaluasi dan Supervisi Pendidikan yang memiliki peran penting dalam memberikan perhatian terhadap kualitas proses pembelajaran, pengembangan kurikulum, evaluasi, dan supervisi pendidikan.
Selain komisi ini terdiri dari Hanafiah, S.Pd., M.AP., sebagai Ketua Komisi Kurikulum, Evaluasi dan Supervisi Pendidikan. Ibrahim Harun, S.Pd., Anggota Komisi Kurikulum, Evaluasi dan Supervisi Pendidikan.
Penguatan bidang kurikulum dan evaluasi menjadi penting untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan.

MPA Kabupaten Bireuen juga memiliki Komisi Penelitian dan Penjaminan Mutu yang diharapkan mampu memperkuat kebijakan pendidikan berbasis data, kajian, penelitian, serta evaluasi mutu.
Komisi ini terdiri dari;Saiful Ma’ali, S.T., Ketua Komisi Penelitian dan Penjaminan Mutu. Yusri, S.Sos., M.Si., M.S., Anggota Komisi Penelitian dan Penjaminan Mutu. Keberadaan komisi ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya pengambilan kebijakan pendidikan yang didukung oleh data dan hasil penelitian.
Memperluas Akses dan Kualitas Pendidikan, selain pendidikan formal, MPA Kabupaten Bireuen juga memberikan perhatian terhadap pendidikan luar sekolah. Namun komisi Pendidikan Luar Sekolah terdiri;Syafie M. Isa, S.Pd., Ketua Komisi Pendidikan Luar Sekolah. Abdul Manaf Isda, S.Ag., Anggota Komisi Pendidikan Luar Sekolah.
Pendidikan luar sekolah memiliki posisi penting dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan dan meningkatkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat.
Perencanaan Lima Tahun dan Tahunan yang dibahas pada hari perdana kerja yang menjadi langkah awal bagi MPA Kabupaten Bireuen dalam membangun sistem kerja yang lebih terarah untuk periode 2026–2031.
RPJM lima tahun diharapkan dapat menjadi kerangka besar pembangunan program MPA, sedangkan RPJ satu tahun menjadi instrumen untuk mengimplementasikan prioritas tersebut secara bertahap.
Dengan perencanaan yang sistematis, setiap program dapat disusun berdasarkan kebutuhan pendidikan di Kabupaten Bireuen, kondisi objektif di lapangan, hasil evaluasi, serta prioritas pembangunan pendidikan.
MPA Kabupaten Bireuen memiliki posisi strategis dalam memberikan pemikiran, masukan, kajian, dan rekomendasi terkait pengembangan pendidikan. Namun penyusunan program kerja perlu diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara unsur pendidikan dasar, menengah, dayah, pendidikan luar biasa, kurikulum, evaluasi, supervisi, penelitian, penjaminan mutu, dan pendidikan luar sekolah menjadi modal penting untuk membangun kebijakan pendidikan yang komprehensif.

Hari pertama kerja anggota MPA Kabupaten Bireuen pada 6 Oktober 2026 bukan hanya menjadi awal aktivitas administratif setelah pelantikan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk menyatukan pemikiran dan menyusun arah kerja kelembagaan.
Dengan adanya pembahasan visi, misi, Renstra, Renja, RPJM lima tahun, dan RPJ satu tahun, MPA Kabupaten Bireuen diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang realistis, terukur, berbasis kebutuhan masyarakat, serta berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Langkah awal ini menjadi fondasi penting untuk menjalankan amanah kelembagaan selama periode 2026–2031, sekaligus memperkuat kontribusi MPA dalam mendukung pembangunan pendidikan Kabupaten Bireuen yang berkualitas, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.



Users Today : 68
Users Yesterday : 516
This Month : 2146
This Year : 83166
Total Users : 88085
Views Today : 330
Total views : 437857
Who's Online : 2
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!