Program Studi Peternakan, Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA), Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), terus mengembangkan model pembelajaran yang mengintegrasikan teori akademik dengan pengalaman praktis di lapangan. Salah satu implementasinya dilakukan melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif luar ruangan di CV Juli Makmu, Kabupaten Bireuen.
Selain fokus pada penanganan dan manajemen kesehatan ternak. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Program Studi Peternakan UNIKI, Muhammad Taufiq Hadi Wijaya, S.Pt., M.Pt., bersama enam dosen Program Studi Peternakan dan mahasiswa.
Pembelajaran kolaboratif ini menjadi bagian dari strategi akademik FAPERTA UNIKI untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui perkuliahan, tetapi juga diberi kesempatan mengamati kondisi peternakan secara langsung, berdiskusi dengan praktisi, serta memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan dan kesehatan ternak.
Pembelajaran di luar ruang kelas memiliki posisi penting dalam pendidikan tinggi bidang peternakan. Karakter ilmu peternakan yang bersifat aplikatif membutuhkan pengalaman lapangan agar mahasiswa mampu memahami hubungan antara konsep teoritis dengan kondisi aktual di dunia usaha peternakan.
Mahasiswa belajar dari Kondisi Nyata melalui kegiatan pada CV Juli Makmu, bahwa mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melakukan pengamatan secara langsung terhadap kondisi ternak dan lingkungan pengelolaannya.
Pengalaman ini dapat membantu mahasiswa memahami bahwa penanganan kesehatan ternak membutuhkan kemampuan observasi, ketelitian, pengetahuan biologis, serta penerapan manajemen yang tepat. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pembentukan keterampilan praktis dan kemampuan pemecahan masalah.
Kegiatan pembelajaran kolaboratif ini mendapat dukungan dari Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktik dan memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.
Menurut Mizan Maulana, bahwa pengalaman mahasiswa di lapangan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha di sektor peternakan.
Selain pembelajaran tidak boleh berhenti di ruang kelas. Mahasiswa harus juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, berinteraksi dengan praktisi dan memahami persoalan peternakan secara nyata. Kolaborasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen Faperta UNIKI untuk melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif dan siap berkontribusi di dunia peternakan.

Pembelajaran berbasis dunia kerja dan pernyataan ini menunjukkan bahwa FAPERTA UNIKI berupaya mengembangkan proses pendidikan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.
Mahasiswa diharapkan memiliki checks and balances atau keseimbangan antara kompetensi akademik, keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, serta kesiapan menghadapi persoalan profesional.
Model pembelajaran semacam ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami lingkungan kerja secara lebih konkret sebelum memasuki dunia profesional.
Kolaborasi dengan Praktisi dan Instansi Teknis dalam suatu kegiatan ini, bahwa Prodi Peternakan UNIKI berkolaborasi dengan Dr. Ir. Hendra Saputra, S.Pt., M.M., IPU, ASEAN Eng, selaku Kepala UPTD Balai Inseminasi Buatan dan Inkubator Saree. Kolaborasi antara lingkungan akademik dan praktisi menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis pengalaman.
Materi kegiatan difokuskan pada penanganan dan kesehatan ternak. Mahasiswa mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pengamatan kondisi ternak, penanganan kesehatan, serta penerapan manajemen kesehatan ternak.
Kesehatan ternak merupakan salah satu aspek fundamental dalam usaha peternakan. Kondisi kesehatan yang baik berkaitan dengan produktivitas ternak, efisiensi pengelolaan, serta keberlanjutan usaha peternakan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengamatan kondisi ternak dan penerapan manajemen kesehatan secara tepat.
Selain kehadiran akademisi dan praktisi saling melengkapi dalam satu kegiatan memberikan ruang pembelajaran yang lebih komprehensif.
Dosen berperan memperkuat landasan konseptual dan akademik, sedangkan praktisi memberikan perspektif berdasarkan pengalaman dan kondisi lapangan. Interaksi keduanya memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih kontekstual mengenai persoalan peternakan.
Ketua Program Studi Peternakan UNIKI, Muhammad Taufiq Hadi Wijaya, S.Pt., M.Pt., menyampaikan bahwa pembelajaran luar ruangan merupakan salah satu bentuk penguatan kompetensi mahasiswa.
Namun mahasiswa tidak hanya cukup memahami teori di dalam kelas. Mereka juga perlu melihat, mengamati, berdiskusi dan belajar langsung dari kondisi nyata di lapangan. Melalui pembelajaran kolaboratif seperti ini, kami ingin membangun kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia peternakan secara profesional. Pernyataan ini menegaskan pentingnya pengalaman lapangan dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa Peternakan UNIKI.

Membangun kesiapan Profesional Mahasiswa peternakan yang akhirnya akan berhadapan dengan berbagai persoalan nyata, baik sebagai tenaga profesional, peneliti, pengusaha, pendamping masyarakat, maupun pelaku usaha peternakan.
Oleh karena itu, pengalaman melakukan observasi dan berdiskusi langsung dengan praktisi dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan profesional mahasiswa.
Dalam kegiatan ini, bahwa Dr. Ir. Hendra Saputra, S.Pt., M.M., IPU, ASEAN Eng, memberikan penguatan kepada mahasiswa mengenai pentingnya penerapan manajemen kesehatan ternak secara tepat.
Manajemen kesehatan ternak dan produktivitas tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika ternak mengalami gangguan kesehatan. Pendekatan manajemen juga mencakup upaya pengamatan, pencegahan, pemeliharaan kondisi ternak, serta pengelolaan lingkungan yang mendukung kesehatan.
Dalam perspektif usaha peternakan, bahwa kesehatan ternak merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan produktivitas dan efisiensi usaha. Pemahaman ini penting bagi mahasiswa agar mereka mampu melihat kesehatan ternak sebagai bagian integral dari keseluruhan sistem produksi peternakan.
Kegiatan pembelajaran kolaboratif ini juga mendapat dukungan dari CV Juli Makmu mendukung pembelajaran Mahasiswa sebagai salah satu mitra FAPERTA UNIKI. Pihak mitra yang turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Iswadi Nurdin dan Ikram, S.Pt.
Kehadiran mitra dunia usaha memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai pengelolaan peternakan dan berbagai kebutuhan kompetensi di lapanga
Kolaborasi antara perguruan tinggi, instansi teknis, praktisi, dan dunia usaha merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan dan pembelajaran yang kolaboratif serta yang aplikatif.
Perguruan tinggi dapat menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia, sementara mitra lapangan menyediakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa memahami penerapan ilmu secara langsung.
Sinergi ini juga membuka peluang pengembangan kegiatan akademik lainnya, seperti penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, pengembangan inovasi, serta kegiatan pembelajaran berbasis proyek.
Pembelajaran Lapangan sebagai Strategi Pendidikan Peternakan sebagai Kegiatan praktis yang dilakukan oleh Prodi Peternakan UNIKI pada CV Juli Makmu menunjukkan bahwa pembelajaran perguruan tinggi dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan yang lebih kontekstual.
Pembelajaran berbasis pengalaman memungkinkan mahasiswa mengintegrasikan tiga komponen penting, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional. Pengetahuan ini diperoleh melalui pembelajaran akademik, keterampilan dikembangkan melalui praktik dan pengalaman lapangan, sedangkan sikap profesional dibentuk melalui interaksi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.
Integrasi ketiga aspek ini menjadi penting untuk menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia peternakan. FAPERTA Melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif, FAPERTA UNIKI terus UNIKI mendorong Lulusan yang Kompeten dan Adaptif untuk memperkuat komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan memahami teori peternakan, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan ini dalam kondisi nyata. Selain sinergi antara dosen, mahasiswa, praktisi, instansi pemerintah, dan mitra dunia usaha menjadi modal penting untuk membangun proses pembelajaran yang lebih aplikatif. Kolaborasi ini dapat memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sektor peternakan.



Users Today : 68
Users Yesterday : 516
This Month : 2146
This Year : 83166
Total Users : 88085
Views Today : 332
Total views : 437859
Who's Online : 2
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!