2 Februari 2026, Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (FH UNIMAL) menerima kunjungan benchmarking kurikulum dari Fakultas Hukum Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (FH UNIKI) dalam rangka memperkuat kerja sama akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan hukum di Aceh.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FH UNIMAL tersebut menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta strategi pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu hukum, serta tantangan global di era transformasi pendidikan tinggi. Pelatihan Keamanan Digital Muscab PPP Bireuen Yudisium Gelombang VIII
Kunjungan benchmarking ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran informasi akademik, tetapi juga mempererat hubungan kelembagaan antara kedua fakultas hukum yang memiliki komitmen kuat dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan berintegritas.
Benchmarking Kurikulum sebagai Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi, maka pentingnya Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum.
Delegasi FH UNIKI dipimpin oleh Dekan dan Jajaran Pimpinan Fakultas, Kunjungan benchmarking kurikulum ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UNIKI, Andi Lesmana,S.H.,M.H didampingi oleh Wakil Dekan Fakultas Hukum UNIKI, Ade Soraya,S.H.,M.H serta Ketua Program Studi Ilmu Hukum UNIKI, Munawir,S.Hi.,MH.
Kehadiran jajaran pimpinan Fakultas Hukum UNIKI menunjukkan keseriusan institusi dalam melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan pendidikan hukum di era modern.
Rombongan disambut hangat oleh pimpinan Fakultas Hukum UNIMAL beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam pengelolaan akademik dan pengembangan program studi.
Selanjutnya,pimpinan FH UNIMAL Hadir Sebagai Narasumber Utama Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Hukum UNIMAL menghadirkan sejumlah pimpinan fakultas sebagai narasumber utama yang memaparkan berbagai kebijakan akademik, strategi pengembangan kurikulum, serta pengalaman institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan hukum.
Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan benchmarking tersebut adalah, Dekan Fakultas Hukum UNIMAL. Prof.Dr.Faisal,S.Ag.,S.H.,M.Hum, menyampaikan arah kebijakan pengembangan Fakultas Hukum UNIMAL dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi abad ke-21.
Beliau menjelaskan pentingnya penguatan tata kelola fakultas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan jejaring kerja sama, serta pembaruan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia profesi hukum.
Wakil Dekan Bidang Akademik Prof.Dr.Malahayati,S.H.,LL.M menjelaskan secara rinci mengenai implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penyusunan capaian pembelajaran lulusan, evaluasi pembelajaran, serta integrasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Paparan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta benchmarking karena berkaitan langsung dengan pengembangan kurikulum yang sedang dilakukan oleh Fakultas Hukum UNIKI.
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr.Marlia SastroS.H.,M.Hum menjelaskan strategi pengelolaan sumber daya dan dukungan sarana prasarana yang menunjang keberhasilan implementasi kurikulum dan proses pembelajaran.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang baik, tetapi juga harus didukung oleh sistem administrasi yang efektif serta fasilitas akademik yang memadai.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr.Hadi Iskandar,S.H.,M.H menjelaskan berbagai program pengembangan mahasiswa, pembinaan organisasi kemahasiswaan, peningkatan prestasi mahasiswa, serta penguatan hubungan dengan alumni.
Beliau menekankan bahwa keterlibatan alumni menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan kurikulum dan kualitas lulusan suatu program studi.
Disamping di tengah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta perubahan regulasi pendidikan tinggi, perguruan tinggi dituntut untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. Kurikulum yang relevan menjadi salah satu faktor utama dalam menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan benchmarking, Fakultas Hukum UNIKI memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai praktik pengelolaan kurikulum yang telah diterapkan oleh FH UNIMAL, khususnya dalam implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran atau Outcome Based Education (OBE).
Selain itu, benchmarking juga menjadi media untuk mengidentifikasi berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik institusi masing-masing.
Menjawab tantangan Pendidikan Hukum Modern,karena perkembangan masyarakat yang semakin kompleks menuntut pendidikan hukum untuk mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori hukum, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan analisis, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan keadilan.
Oleh karena itu, penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan pasar kerja, perkembangan regulasi nasional, kemajuan teknologi digital, hingga tuntutan profesi hukum di masa depan.
Rombongan FH UNIKI disambut hangat oleh FH UNIMAL,bahwa suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Selain kunjungan benchmarking berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Disamping itu, pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan dari kedua fakultas terlibat aktif dalam berbagai sesi diskusi dan pertukaran gagasan.
Delegasi FH UNIKI memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung sistem pengelolaan akademik yang diterapkan FH UNIMAL, termasuk tata kelola kurikulum, sistem pembelajaran, pelaksanaan praktikum, serta strategi peningkatan kualitas lulusan.
Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi antarlembaga pendidikan tinggi demi kemajuan pendidikan hukum di Aceh.
Forum diskusi yang produktif merupakan salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah forum diskusi akademik yang membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan kurikulum.
Selain beberapa topik yang menjadi perhatian antara lain, implementasi Outcome Based Education (OBE), penyusunan capaian pembelajaran lulusan, integrasi merdeka belajar kampus merdeka (mbkm), penguatan kompetensi praktik hokum.
Namun pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, persiapan akreditasi program studi, peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan saling berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masing-masing institusi. Penguatan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE), sebagai penyesuaian dengan Standar Pendidikan Tinggi.
Dalam era pendidikan modern, pendekatan Outcome Based Education menjadi salah satu model yang banyak diterapkan oleh perguruan tinggi. Pendekatan ini menekankan pada pencapaian kompetensi lulusan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
FH UNIMAL ingin berbagi pengalaman mengenai proses perencanaan, implementasi, serta evaluasi kurikulum berbasis OBE yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui pendekatan tersebut, setiap mata kuliah dirancang untuk mendukung pencapaian profil lulusan dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Selain meningkatnya kompetensi Lulusan Hukum Kurikulum, sebagai hal yang baik dan harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan, kompetensi Akademik.
Mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman mendalam mengenai teori dan prinsip-prinsip hukum yang berlaku. Namun kompetensi Profesional Lulusan harus mampu menerapkan ilmu hukum dalam praktik melalui analisis kasus, penyusunan dokumen hukum, advokasi, serta penyelesaian sengketa.
Kompetensi Digital sebagai perkembangan teknologi yang menuntut lulusan hukum untuk memahami berbagai aspek hukum digital, perlindungan data pribadi, transaksi elektronik, serta perkembangan teknologi informasi.
Disamping kompetensi sosial dan Etika Profesi hukum memerlukan integritas, tanggung jawab, serta komitmen terhadap nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
Kolaborasi Akademik untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Hukum sebagai peluang kerja sama yang Lebih Luas Kunjungan benchmarking ini membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara FH UNIMAL dan FH UNIKI.

Beberapa bidang kerja sama yang berpotensi dikembangkan antara lain, Pertukaran Dosen , merupakan program pertukaran dosen yang dapat memperkaya pengalaman akademik dan memperluas wawasan keilmuan bagi kedua institusi.
Namun seminar dan Kuliah Umum bersama sebagai kegiatan akademik bersama yang dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring akademik.
Penelitian Kolaboratif, bahwa kolaborasi penelitian dapat menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum.
Namun pengabdian kepada Masyarakat Kedua fakultas dapat bekerja sama dalam program penyuluhan hukum, bantuan hukum, serta pemberdayaan masyarakat.
Menyiapkan Lulusan Hukum yang Adaptif dan Kompetitif merupakan tantangan Dunia Kerja yang semakin dinamis. Namun perkembangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan regulasi hukum menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.
Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga harus membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan profesi hukum.
Penguatan Soft Skills Mahasiswa merupakan bagian kompetensi akademik, pengembangan soft skills menjadi aspek yang sangat penting.
Mahasiswa perlu memiliki kemampuan, komunikasi efektif, berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, penyelesaian masalah, negosiasi dan mediasi. Kemampuan tersebut menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dukungan terhadap Akreditasi dan Peningkatan Mutu, sebagai kelanjutan membangun Budaya Mutu Akademik Benchmarking kurikulum juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu akademik yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kedua fakultas dapat saling belajar mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan program studi.
Budaya mutu yang kuat akan mendukung pencapaian standar pendidikan tinggi yang lebih baik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Persiapan menghadapi tantangan masa depan Pendidikan hukum, harus mampu merespons berbagai perkembangan yang terjadi di tingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, pembaruan kurikulum harus dilakukan secara berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan benchmarking seperti ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan bahwa proses pendidikan berjalan sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Komitmen bersama untuk kemajuan Pendidikan Hukum di Uniki Bireuen- Aceh. Bahwa kunjungan benchmarking kurikulum Fakultas Hukum UNIKI ke Fakultas Hukum UNIMAL pada 2 Februari 2026 menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang hukum.
Melalui pertukaran pengalaman, diskusi akademik, dan penjajakan berbagai peluang kerja sama, kedua fakultas menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era modern.
Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu menghasilkan lulusan hukum yang unggul, profesional, berintegritas, serta siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.
Dengan terjalinnya hubungan akademik yang semakin erat antara FH UNIMAL dan FH UNIKI, upaya peningkatan mutu pendidikan hukum di Aceh diyakini akan semakin kuat dan memberikan manfaat yang luas bagi mahasiswa, dosen, institusi, serta masyarakat secara keseluruhan.

Leave a Reply