Masyitah, M.Pd., Kaprodi Penjas FKIP UNIKI Menjadi Presenter Internasional di INTI International University Malaysia

Pendidikan tinggi di Internationalisasi merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi di era global. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif dalam forum akademik internasional melalui kegiatan penelitian, publikasi ilmiah, seminar, konferensi, dan kolaborasi lintas negara.

Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui partisipasi aktif dosen pada berbagai forum ilmiah dunia. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah keikutsertaan Masyitah, M.Pd., dosen tetap sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas). FIFA Resmi Gelar Monitoring dan Evaluasi Ekonomi Aceh Tumbuh

Selain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKI, sebagai presenter internasional pada kegiatan seminar ilmiah yang diselenggarakan di INTI International University Malaysia pada 15 Juli 2026. Selanjutnya dalam forum ilmiah tersebut, Masyitah, M.Pd. mempresentasikan hasil kajian dengan Tema “Senam Kebugaran Jasmani Yang Mendorong Gaya Hidup Sehat Dan Aktif Siswa Sekolah”.

Tema tersebut menjadi sangat relevan dengan tantangan pendidikan modern yang menuntut sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kesehatan fisik, serta pola hidup aktif peserta didik.

Partisipasi ini menjadi bukti nyata bahwa dosen UNIKI mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional sekaligus memperkuat posisi UNIKI sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang menuju universitas yang berdaya saing global.

Komitmen UNIKI dalam Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, bahwa keikutsertaan dosen UNIKI dalam seminar internasional merupakan bagian dari strategi pengembangan institusi dalam meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Internasionalisasi bukan sekadar menghadiri forum ilmiah, tetapi juga menjadi sarana bertukar gagasan, membangun kolaborasi penelitian, memperluas jejaring akademik, serta memperkenalkan hasil-hasil penelitian dosen Indonesia kepada masyarakat akademik dunia.

Melalui keikutsertaan Masyitah, M.Pd., UNIKI kembali menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki mampu bersaing secara global dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan jasmani yang berbasis penelitian ilmiah.

Forum internasional seperti ini juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri dalam bidang pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, publikasi internasional, maupun pengembangan kurikulum berbasis standar global.

Profil Akademik Masyitah, M.Pd. merupakan salah satu dosen tetap Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia yang memiliki kompetensi pada bidang Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

Selain menjalankan tugas sebagai dosen, beliau juga dipercaya sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UNIKI, dengan tanggung jawab mengembangkan kualitas akademik program studi, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat kerja sama kelembagaan, serta mendorong produktivitas penelitian dosen dan mahasiswa.

Dalam kepemimpinannya, Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UNIKI terus melakukan berbagai inovasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan dunia pendidikan, perkembangan ilmu olahraga, serta implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

Keikutsertaan beliau sebagai presenter internasional semakin memperkuat reputasi akademik Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UNIKI di tingkat nasional maupun internasional.

Mengangkat Tema Senam Kebugaran Jasmani dalam Tema yang dipresentasikan dalam seminar internasional tersebut yang berjudul,Senam Kebugaran Jasmani dalam Mendorong Gaya Hidup Sehat dan Aktif Siswa Sekolah.Tema ini dipilih karena memiliki relevansi yang sangat tinggi terhadap kondisi pendidikan saat ini.

Perubahan gaya hidup masyarakat akibat perkembangan teknologi menyebabkan aktivitas fisik anak-anak sekolah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penggunaan gawai(Alat canggih), permainan digital, serta aktivitas belajar yang lebih banyak dilakukan secara daring maupun berbasis komputer mengurangi kesempatan peserta didik untuk melakukan aktivitas fisik secara optimal.

Akibatnya, berbagai permasalahan kesehatan mulai muncul pada usia sekolah, seperti menurunnya tingkat kebugaran jasmani, meningkatnya risiko obesitas, gangguan postur tubuh, hingga rendahnya daya tahan fisik.

Melalui penelitian dan kajian ilmiah yang dipresentasikan, Masyitah menekankan pentingnya menjadikan senam kebugaran jasmani sebagai bagian integral dalam budaya sekolah.

Senam Kebugaran Jasmani sebagai Strategi Pendidikan Modern, atau perspektif pendidikan modern, senam kebugaran jasmani tidak lagi dipandang hanya sebagai aktivitas olahraga rutin.

Sebaliknya, senam menjadi media pembelajaran yang mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta pola hidup sehat. Selain aktivitas senam yang dilakukan secara teratur terbukti memberikan manfaat terhadap perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial peserta didik.

Disamping dapat meningkatkan kesehatan tubuh, senam juga membantu meningkatkan konsentrasi belajar, memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, serta meningkatkan motivasi belajar siswa.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih tinggi dibandingkan peserta didik yang kurang aktif secara fisik.

Oleh karena itu, penguatan pendidikan jasmani melalui program senam kebugaran menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Kesimpulan,bahwa pentingnya aktivitas Fisik bagi Peserta Didik karna aktivitas fisik merupakan kebutuhan dasar setiap individu, terutama pada usia sekolah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak dan remaja melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi selama sedikitnya 60 menit setiap hari.

Rekomendasi tersebut bertujuan menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki koordinasi gerak, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Dalam konteks pendidikan Indonesia, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat melalui pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Oleh karena itu, hasil kajian yang dipresentasikan oleh Masyitah, M.Pd. memberikan kontribusi ilmiah yang penting dalam memperkuat implementasi pendidikan jasmani di lingkungan sekolah.

Support Kami dengan share artikel ini !

Shares

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*